soloraya

Memiliki Prodi Unggulan, ITB AAS Siap Bersaing dengan Universitas di Solo Raya

Minggu, 8 Januari 2023 | 23:07 WIB
Pembina Yayasan Amaliah Ilmi Surakarta, Dr Budiyono. (KlikSoloNews/LBC)

SUKOHARJO, KLIKSOLONEWS.COM – Memiliki program studi atau prodi unggulan, membuat ITB AAS semakin percaya diri untuk bersaing dengan universitas di Solo Raya.

Pada tahun 2023, Institut Teknologi Bisnis Akademi Akuntasi Surakarta atau dikenal dengan ITB AAS memasuki usia ke-38 tahun.

Pada tahun ini dirayakan bersama para mahasiswa dan dosen pengajar di kampus 2 yang berlokasi di Kampung Gumpang, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.

Pada puncak perayaan 38 tahun ITB AAS diselenggarakan dengan cukup meriah dan mengundang Sandy Ria Ervinna serta Fariza Aji Nugraha sebagai bintang tamu.

Pada perayaan tahun ini, ITB AAS mengangkat tema ‘Membangun Sinergitas Civitas Akademika, Alumni dan Stakeholder Menuju ITB AAS Unggul.’

BACA JUGA: Preview Vietnam vs Indonesia Semifinal Piala AFF 2022, Shin Tae-yong: Kami Datang untuk Menang

Pembina Yayasan Amaliah Ilmi Surakarta, Dr Budiyono mengatakan, kampusnya kini memiliki sekitar 1.500 mahasiswa, pernah mengalami mati suri dan di titik nadir.

“Kampus ini pernah mati suri pada 2012. Kami hanya memiliki 5 mahasiswa dengan 12 dosen,” ungkap Budiyono yang juga dosen ITB AAS, Sabtu 7 Januari 2023, siang.

Dia menambahkan, dari mati suri tersebut, lanjut Budiyono, pembina Yayasan Prof Hartono memberikan mandate kepadanya untuk melanjutkan insitusi tersebut untuk dikelola dengan baik.

Selang setahun kemudian, pihaknya melakukan take over pada tahun 2013 menjadi Akademi Akuntasi Surakarta atau AAS.

Selain perubahan nama, pengelolaan perguruan tinggi ini juga beralih di bawah naungan Yayasan Amaliyah Ilmi Surakarta.

BACA JUGA: Mahasiswa KKN-T MBKM Unisri Berpartisipasi dalam Pembaharuan Tempat Wisata Bukit Ganduman

“Saya tidak ingin membangun setengah-tengah, saat itu SDM saya S2 baru 2 dan lainnya S1. Kemudian saya lanjutkan menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AAS pada tahun 2014,” ujarnya.

Perubahan nama tersebut yakni melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No.04/E/O/2014. STIE AAS beroperasi dengan 4 program studi yaitu Program Studi S1 Akuntansi, Program Studi S1 Ekonomi Islam, D3 Akuntansi dan D3 Perpajakan.

“Melihat perkembangan pendidikan tinggi, STIE AAS dirasa perlu untuk meningkatkan kinerjanya dalam rangka mewujudkan pendidikan tinggi bagi masyarakat,” urai Budiyono.

Dia menambahkan, dengan semakin berkembang dan maju, manajemen STIE AAS berupaya untuk mengajukan perubahan bentuk institusi agar dapat memberikan layanan pendidikan tinggi yang lebih luas cakupan bidang keilmuannya.

Akhirnya pada tanggal 31 Januari 2020, STIE AAS secara resmi berubah bentuk menjadi Institut Teknologi Bisnis (ITB) AAS Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No.192/M/2020.

BACA JUGA: Persis Solo Pindah Home Base ke Stadion Maguwoharjo, Presiden Pasoepati: Penting Menang Ora Umuk, Kalah Ora Ngamuk

“Alhamdulillah pada saat itu SDM nya sudah master semua, di tahun 2020 kami tingkatkan bentuknya menjadi institut karena semua persyaratan sudah memenuhi. Saat ini kami punya tujuh doktor dan lahan sudah memiliki 12 ribu, lalu saya kembangkan menambah Prodi Informatika,” tuturnya..

Dilanjutkan Budiyono, dalam waktu dekat ini pihaknya sudah mengajukan program Magister Ekonomi. Bahkan selain membuka program tersebut, juga akan dibuka Prodi Hukum dan Managemen. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menuju Universitas.

“Alhamdulillah lulusan dari kami beberapa masuk di Kementerian Keuangan, dan banyak menjadi PNS, BUMN dan wiraswasta,” ungkapnya.

Perguruan tinggi yang berdiri sejak tahun 1984 tersebut kini sudah meluluskan sekitar 28 ribu mahasiswa. Di usia yang tak muda ini, beberapa kerja sama sudah dijalin. Baik kerja sama dalam negeri maupun luar negeri, di antaranya Malaysia, Thailand, India, Filipina dan Rusia.

BACA JUGA: Jadwal Liga 1 Pekan 18: Persis Solo Melawat ke Kandang Dewa United

Persaingan ketat di dunia pendidikan terutama di perguruan tinggi juga turut dirasakan ITB AAS. Namun, Budiyono optimistis kampus yang dikelolanya saat ini bisa bersaing dengan universitas swasta yang berada di Solo Raya.

“Kami memiliki keunggulan untuk menjadikan kampus yang berkualitas dengan biaya yang sangat terjangkau. Untuk D3 hanya Rp350 ribu, S1 Rp400 ribu, tanpa biaya apa pun, UTS UAS sudah tidak membayar lagi. Dan empat prodi sudah terakreditasi,” tandasnya.

Menginjak usia ke-38 tahun ITB AAS memiliki sejumlah prodi unggulan dengan melahirkan ribuan lulusan mahasiswa yang berkualitas.

“Kami berharap ke depannya, ITB AAS bisa memberikan kontribusi lebih di dunia Pendidikan di Solo Raya,” pungkas Budiyono. (KS01)

Tags

Terkini