Jumat, 12 Juni 2026

Kasus Siswa SMP Tewas di Sumberlawang Sragen Terungkap, Polisi: Dipicu Ejekan saat Jam Pelajaran

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Kamis, 9 April 2026 | 13:00 WIB
Kasus Siswa SMP Tewas di Sumberlawang Sragen Terungkap, Polisi: Dipicu Ejekan saat Jam Pelajaran. (KlikSoloNews/dok)
Kasus Siswa SMP Tewas di Sumberlawang Sragen Terungkap, Polisi: Dipicu Ejekan saat Jam Pelajaran. (KlikSoloNews/dok)

SRAGEN, KLIKSOLONEWS.COM – Polisi ungkap fakta kematian siswa SMP di Sragen. Korban meninggal akibat kekerasan teman sebaya yang dipicu ejekan di sekolah. Simak kronologi lengkapnya.

Misteri meninggalnya seorang pelajar SMP Negeri 2 Sumberlawang di Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, mulai menemukan titik terang.

Aparat kepolisian memastikan korban berinisial WAP (14) meninggal dunia akibat tindak kekerasan yang dilakukan oleh teman sebayanya.

Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, mengungkapkan insiden tragis tersebut terjadi pada Selasa, 7 April 2026 sekitar pukul 11.10 WIB di lingkungan sekolah.

“Kasus ini merupakan dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak yang menyebabkan korban meninggal dunia. Saat ini sudah masuk tahap penyidikan,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, peristiwa berawal dari interaksi antar siswa saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Saat itu, korban tengah mengikuti pelajaran IPS di dalam kelas, sementara pelaku berinisial DTP (14) berada di luar kelas tanpa pengawasan guru.

Situasi tersebut memicu candaan yang kemudian berkembang menjadi ejekan. Ketegangan meningkat hingga keduanya saling terpancing emosi dan berujung pada perkelahian.

Polisi menduga motif sementara dipicu ejekan spontan. Meski demikian, penyidik masih terus mendalami kemungkinan adanya konflik sebelumnya antara korban dan pelaku.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku diketahui melakukan aksi kekerasan seorang diri tanpa bantuan pihak lain. Tidak ditemukan adanya unsur perencanaan maupun keterlibatan orang lain dalam kejadian tersebut.

Pelaku melakukan penganiayaan menggunakan tangan kosong dan kaki, dengan cara memukul serta menendang korban.

“Tidak ada yang menyuruh atau membantu. Pelaku bertindak sendiri di lokasi kejadian,” tegas Kapolres.

Korban Sempat Pingsan dan Dirujuk

Usai kejadian, korban dilaporkan pingsan di area sekolah. Pihak sekolah sempat memberikan pertolongan awal dengan membawa korban ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS), sebelum akhirnya dirujuk ke Puskesmas Sumberlawang.

Namun, kondisi korban terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami waktu pasti kematian korban, apakah terjadi di lingkungan sekolah, dalam perjalanan, atau setelah mendapatkan penanganan medis.

Kasus ini kini ditangani secara serius kepolisian mengingat melibatkan anak di bawah umur. Penyidik juga akan menggali keterangan dari sejumlah saksi, termasuk pihak sekolah dan siswa lain yang berada di lokasi saat kejadian.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius terkait pengawasan di lingkungan sekolah serta pentingnya pencegahan perundungan yang dapat berujung fatal. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X