BOYOLALI, KLIKSOLONEWS.COM – Kurang dari dua puluh empat jam setelah kejadian, Polres Boyolali bersama Tim Jatanras Polda Jawa Tengah berhasil menangkap terduga pelaku perampokan sadis yang menewaskan AO, bocah perempuan berusia enam tahun, di Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Boyolali.
Pelaku berhasil diringkus di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, saat berupaya melarikan diri. Dalam penangkapan tersebut, pelaku tidak melakukan perlawanan dan langsung digelandang ke Mapolres Boyolali untuk menjalani pemeriksaan intensif serta pengembangan kasus.
Dari informasi yang dihimpun, pelaku diduga kuat merupakan tetangga korban dan masih tinggal dalam satu desa dengan keluarga korban.
Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra menyampaikan pengungkapan kasus ini dilakukan dengan cepat berkat kerja sama tim gabungan.
“Dalam kurun waktu kurang dari satu kali 24 jam, kami dari Polres Boyolali dan Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Tengah berhasil mengamankan terduga pelaku. Saat ini pelaku sedang dalam perjalanan untuk pemeriksaan lebih lanjut dan pengembangan,” ujar AKBP Indra Maulana Saputra.
Ia menambahkan, pelaku diamankan di wilayah Kabupaten Kudus. Sementara terkait motif, penyidik masih melakukan pendalaman.
Meski indikasi awal mengarah pada pencurian dengan kekerasan (curas) karena adanya barang berharga yang hilang, polisi masih mendalami alasan pelaku bertindak sangat sadis hingga menghilangkan nyawa anak kecil.
Polisi juga masih menunggu hasil otopsi jenazah AO untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. Sementara itu, Daryanti, ibu korban yang turut menjadi korban kekerasan, masih menjalani perawatan medis dan kondisinya dilaporkan terus membaik.
Tangis Histeris
Suasana duka mendalam menyelimuti rumah duka pada Jumat siang. Tangis histeris pecah saat Purwanto, ayah korban, tiba dari perantauan di Kalimantan dan melihat jenazah putri keduanya untuk terakhir kali.
Purwanto bahkan harus dipapah oleh keluarga karena tidak kuasa menahan kesedihan. Jerit tangis sang ayah membuat suasana semakin haru, ratusan pelayat yang hadir pun tak kuasa menahan air mata.
Pihak keluarga menilai perbuatan pelaku sudah di luar batas kemanusiaan dan meminta aparat penegak hukum menjatuhkan hukuman maksimal.
“Semoga pelaku dihukum seberat-beratnya. Perbuatannya sudah bukan manusiawi lagi. Anak kecil yang tidak tahu apa-apa justru menjadi korban kekejian,” ujar Wahyudi, kerabat korban.
Kasus perampokan berdarah ini sebelumnya menggemparkan warga Desa Pengkol. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh paman korban yang diminta mengecek rumah oleh suami korban.
Saat itu, ibu korban ditemukan bersimbah darah, sementara sang anak ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di dalam ember kamar mandi. Kasus ini kini masih dalam penanganan intensif aparat kepolisian. (KS01)