Jumat, 12 Juni 2026

Mahasiswa UNS Bawa Pembelajaran Interaktif ke Desa Taji Juwiring lewat Game Board

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Jumat, 4 Juli 2025 | 17:23 WIB
Mahasiswa UNS Bawa Pembelajaran Interaktif ke Desa Taji Juwiring lewat Game Board. (KlikSoloNews/dok Tim Mathuraga Hibah MBKM UNS)
Mahasiswa UNS Bawa Pembelajaran Interaktif ke Desa Taji Juwiring lewat Game Board. (KlikSoloNews/dok Tim Mathuraga Hibah MBKM UNS)

KLATEN, KLIKSSOLONEWS.COM – Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergabung dalam program Hibah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) menciptakan inovasi pembelajaran berupa game board edukatif berjenis ular tangga.

Inovasi ini ditujukan untuk meningkatkan minat belajar anak-anak di Desa Taji, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten.

Program ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan secara kolaboratif oleh Tim Mathuraga Hibah MBKM UNS.

Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa merancang dan mengembangkan media pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif agar anak-anak desa semakin termotivasi dalam belajar.

Game ini merupakan modifikasi dari permainan ular tangga klasik, tetapi dilengkapi dengan berbagai soal dan tantangan edukatif yang harus diselesaikan pemain saat berhenti di kotak-kotak tertentu.

Soal yang disajikan meliputi pengetahuan umum dan matematika dasar, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, yang dirancang sesuai dengan kemampuan dan usia anak-anak sekolah dasar.

Tidak hanya itu, game ini juga menyisipkan tantangan fisik dan ekspresi, seperti melompat, bergaya tertentu, atau menyanyikan lagu daerah.

Melalui kombinasi ini, anak-anak diajak untuk belajar sambil bergerak, bernyanyi, dan berinteraksi secara aktif dengan lingkungan sekitarnya.

Hal ini diharapkan dapat membangun suasana belajar yang menyenangkan dan mendorong anak-anak agar lebih berani, aktif, dan kreatif.

-


Desain visual papan permainan juga diintegrasikan dengan unsur-unsur budaya Indonesia, seperti motif batik dan gambar ikon daerah.

Dengan demikian, anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan akademik, tetapi juga diperkenalkan pada kekayaan budaya bangsa sejak dini.

“Pendekatan belajar yang menyenangkan sangat dibutuhkan untuk menarik minat anak-anak, terutama di wilayah pedesaan. Game ini menjadi sarana bermain sekaligus belajar yang dirancang agar mereka dapat berpikir, bergerak, dan mengenal budaya dalam satu waktu,” ujar salah satu anggota tim Mathuraga.

Anak-anak terlihat sangat antusias saat bermain, menikmati tiap tantangan, dan semangat menyelesaikan soal-soal yang diberikan. Beberapa bahkan menunjukkan ketertarikan untuk bermain berulang kali karena merasa senang dan tertantang.

Melalui inovasi seperti ini, Tim Hibah MBKM UNS berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan, sekaligus menanamkan semangat belajar yang positif sejak dini. (Tim Mathuraga Hibah MBKM UNS/KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X