SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Video yang memperlihatkan sosok pocong menumpang sepeda motor di kawasan Ngoresan, Kecamatan Jebres, Kota Solo, sempat menghebohkan media sosial dan memunculkan beragam spekulasi di tengah masyarakat.
Namun, hasil penyelidikan Polresta Surakarta mengungkap fakta berbeda di balik kejadian tersebut.
Tim Resmob Satreskrim Polresta Surakarta telah mengamankan tiga pria yang terekam dalam video viral itu untuk dimintai klarifikasi. Mereka masing-masing berinisial DRA (20), SR (26), dan S (36).
Kasat Reskrim Polresta Surakarta, AKP Derry Eko Setiawan, menjelaskan bahwa ketiga pria tersebut tidak sedang melakukan aksi teror maupun membuat konten horor untuk media sosial. Mereka justru menjalankan tugas sebagai penguji mental dalam kegiatan pendadaran salah satu perguruan silat.
"Kami telah melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap ketiga orang yang ada dalam video tersebut. Dari hasil klarifikasi, tidak ditemukan adanya unsur teror ataupun upaya membuat keresahan masyarakat," ujar Derry.
Peristiwa yang kemudian viral itu terjadi pada Sabtu (6/6/2026) dini hari sekitar pukul 01.15 WIB. Saat itu tengah berlangsung kegiatan pendadaran anggota baru perguruan silat di kawasan Kuburan Mipitan, Jebres.
Dalam kegiatan tersebut, DRA mendapat peran mengenakan kostum pocong sebagai bagian dari simulasi pengujian keberanian dan mental peserta. Sementara dua rekannya membantu pelaksanaan kegiatan tersebut.
Setelah agenda selesai, para peserta pendadaran meninggalkan lokasi untuk beristirahat dan mencari makan. Ketiga penguji kemudian mengikuti rombongan dari belakang. DRA masih mengenakan kostum pocong yang sebelumnya dipakai saat simulasi.
Saat berada di perjalanan, mereka berpapasan dengan sejumlah peserta yang masih mengikuti rangkaian kegiatan. Khawatir identitas mereka sebagai penguji diketahui lebih awal, ketiganya memutuskan berbalik arah menggunakan sepeda motor yang mereka tumpangi.
Momen itulah yang kemudian terekam kamera dan menyebar luas di media sosial hingga menjadi perbincangan publik.
Polisi Pastikan Tidak Ada Unsur Pidana
Polresta Surakarta menegaskan bahwa hasil pemeriksaan tidak menemukan indikasi tindakan kriminal dalam kejadian tersebut. Ketiga pemuda itu juga mengaku tidak memiliki niat untuk menakut-nakuti warga ataupun membuat konten viral.
Menurut polisi, aksi yang dilakukan semata-mata berkaitan dengan pelaksanaan tugas dalam kegiatan internal perguruan silat.
Meski demikian, aparat tetap memberikan pembinaan dan mengingatkan agar aktivitas serupa tidak dilakukan di ruang publik karena berpotensi menimbulkan kesalahpahaman serta keresahan masyarakat.
Menanggapi ramainya perbincangan di media sosial, Polresta Surakarta mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban lingkungan.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial dan tidak langsung menyimpulkan sebelum ada penjelasan resmi dari pihak terkait," kata AKP Derry.
Dengan terungkapnya fakta tersebut, misteri sosok pocong yang sempat membuat geger warga Solo akhirnya terjawab. Polisi memastikan kejadian itu hanyalah bagian dari simulasi pengujian mental dalam kegiatan pendadaran perguruan silat dan bukan aksi teror yang menyasar masyarakat.(KS01)