SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Wali Kota Surakarta Respati Ardi mendorong seluruh tempat ibadah di Kota Solo agar lebih aktif melibatkan remaja dalam berbagai kegiatan keagamaan. Menurutnya, keterlibatan generasi muda di lingkungan tempat ibadah menjadi langkah strategis dalam memperkuat akhlak dan karakter positif di tengah tantangan zaman.
Respati menilai, tempat ibadah tidak hanya berfungsi sebagai ruang peribadatan, tetapi juga dapat menjadi sarana pembinaan karakter dan penguatan nilai moral bagi remaja agar tidak terjerumus ke dalam aktivitas negatif.
“Tempat ibadah harus bisa dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Saya selalu menyampaikan agar pengurus tempat ibadah dapat merangkul remaja dalam setiap kegiatan keagamaan. Jika remaja kembali meramaikan tempat ibadah, saya yakin kondusivitas lingkungan akan terjaga,” ujar Respati usai meresmikan Gedung Pagelaran GKJ Danakusuman Surakarta, Jumat (6/2/2026).
Ia juga mendorong pengelola tempat ibadah untuk menghadirkan program-program yang relevan dan menarik bagi remaja, sehingga generasi muda merasa memiliki ruang untuk bertumbuh secara spiritual dan sosial.
Respati memastikan Pemerintah Kota Surakarta siap mendukung serta bersinergi dengan berbagai pihak dalam upaya pembinaan keagamaan bagi remaja. Menurutnya, generasi muda yang memiliki karakter kuat dan akhlak baik merupakan modal penting dalam pembangunan daerah.
“Peran tempat ibadah sangat besar dalam membentuk karakter remaja. Ini berdampak langsung pada keberlangsungan dan kemajuan daerah. Karena itu, saya mengajak seluruh tokoh masyarakat untuk terus mengedepankan akhlak dan budaya sebagai ciri khas Kota Solo,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Respati juga mengapresiasi peresmian Gedung Pagelaran GKJ Danakusuman Surakarta. Ia berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat aktivitas sosial yang inklusif bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Majelis GKJ Danakusuman, Pendeta Dr. Uri Christian Sakti Labeti, menyatakan kesiapan pihak gereja untuk berkontribusi menjaga kerukunan umat beragama di Surakarta. Ia membuka kesempatan bagi masyarakat maupun pemerintah untuk memanfaatkan gedung gereja sebagai ruang kegiatan sosial.
“Kami terbuka bagi masyarakat, kecamatan, maupun kelurahan yang ingin menggunakan aset gereja ini. Kami ingin berbagi dan terus menjaga kerukunan kehidupan bermasyarakat di Surakarta. Ini juga bagian dari dukungan kami terhadap moderasi beragama,” pungkasnya. (KS2)