solo

Siapkan Song Wat Road ala Surakarta, Wali Kota Respati Godok Skema Lalu Lintas Jalan Yos Sudarso

KS1
Selasa, 13 Januari 2026 | 07:00 WIB
Wali Kota Solo Respati Ardi (KlikSoloNews/Adhirajasa)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Pemerintah Kota Surakarta mulai mematangkan rencana penataan Jalan Yos Sudarso sebagai kawasan wisata terintegrasi yang menghubungkan Koridor Gatot Subroto (Gatsu) dengan Kampung Wisata Batik Kauman. Rencana tersebut dibahas Wali Kota Solo Respati Ardi dalam rapat kerja bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo di Balai Kota, Senin (12/1/2026).


Dalam pertemuan itu, Respati menyampaikan konsep awal penataan Jalan Yos Sudarso yang terinspirasi dari kawasan wisata Song Wat Road di Thailand. Jalan tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai koridor wisata berbasis budaya, sejarah, dan ekonomi kreatif.


Respati mengungkapkan, gagasan wisata terintegrasi tersebut lahir dari hasil diskusi bersama Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya serta budayawan Solo Sardono. Selain itu, ia juga terinspirasi oleh konsep integrasi ruang publik yang diterapkan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di kawasan taman-taman ibu kota.


“Saya menyampaikan konsep integrasi ini karena terinspirasi dari Pak Pramono Anung, bagaimana Taman Langsat dan Taman Leuser di Jakarta bisa saling terkoneksi. Konsep seperti itu luar biasa dan sangat mungkin diterapkan di Solo,” ujar Respati.


Menurutnya, Jalan Yos Sudarso memiliki karakter yang mendukung untuk dijadikan kawasan wisata ramah pejalan kaki. Ke depan, penataan fisik akan dilakukan secara bertahap, termasuk penyesuaian separator jalan, perapian jaringan utilitas seperti kabel listrik, hingga pengaturan ulang arus lalu lintas.


Dishub Solo saat ini telah melakukan sejumlah simulasi rekayasa lalu lintas, baik skema satu arah maupun dua arah, guna memastikan kelancaran mobilitas tanpa menghilangkan fungsi utama jalan.


“Konsep integrasi kampung wisata ini tidak bisa diputuskan sepihak. Separator dan skema lalu lintas satu arah atau dua arah itu masih dalam kajian. Dishub sudah menyiapkan simulasi, tapi semuanya akan disesuaikan dengan masukan masyarakat,” jelasnya.


Respati menegaskan, Pemkot Solo akan melibatkan warga, pelaku usaha, serta tokoh-tokoh setempat dalam proses perencanaan. Keterlibatan masyarakat dinilai penting mengingat kawasan Yos Sudarso memiliki nilai historis yang kuat, termasuk keterkaitan dengan Kampung Kauman dan Nonongan.


“Saya akan libatkan semua pihak, termasuk tokoh-tokoh Kauman dan Nonongan. Narasi sejarah di kawasan ini sangat kuat, sehingga pra rencana harus dimatangkan bersama,” tambahnya.


Sementara itu, Dishub bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo terus melakukan kajian teknis dan sosial sebelum kebijakan final diterapkan. Pemerintah memastikan setiap kebijakan penataan dilakukan secara partisipatif agar tidak mengganggu aktivitas warga dan pelaku ekonomi di kawasan tersebut.


Rencana pengembangan Jalan Yos Sudarso sebagai kawasan wisata terintegrasi diharapkan mampu memperkuat daya tarik pariwisata Kota Solo sekaligus menghidupkan ekonomi lokal berbasis budaya dan sejarah. (KS2)

Tags

Terkini