solo

Aria Bima Ajak Kader PDIP Surakarta Jaga Arah Perjuangan Menuju Pancasila dan Kebenaran

KS1
Senin, 12 Januari 2026 | 07:30 WIB
Tumpengan syukuran HUT ke-54 PDIP di Kantor DPC Solo, Sabtu (10/1/2026). Ketua DPC PDIP Solo Aria Bima mengajak kader menjaga arah perjuangan menuju Pancasila dan kebenaran pada peringatan HUT ke-53 PDIP. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM — Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Surakarta, Aria Bima, mengajak seluruh kader PDIP untuk tetap menjaga arah perjuangan partai yang berlandaskan Pancasila dan kebenaran. Ajakan tersebut disampaikannya melalui pesan daring yang diikuti dari Solo, Sabtu (10/1/2026).

Menurut Aria Bima, usia 53 tahun merupakan rentang waktu yang panjang bagi sebuah partai politik untuk meneguhkan jati diri dan konsistensi perjuangannya di tengah dinamika zaman.

“Partai ini hidup melalui denyut kehidupan rakyat. Politik dijalankan dengan nurani, keteguhan sikap, dan tanggung jawab moral. Di sanalah makna Satyam Eva Jayate menemukan wujudnya, sebagai komitmen menjaga kebenaran dalam setiap langkah perjuangan lintas waktu,” ujar Aria Bima.

Ia menegaskan, PDI Perjuangan terus merawat dirinya sebagai partai yang menjunjung tinggi nasionalisme, yang hidup dalam rasa kebangsaan dan gotong royong sebagai cara hidup bersama.

“Nilai-nilai ini menjadi pondasi yang harus terus dijaga, terutama ketika zaman bergerak begitu cepat,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, mantan Wakil Wali Kota Surakarta sekaligus politikus PDIP, Teguh Prakosa, turut mengapresiasi kader partai yang tetap konsisten bekerja dan melayani masyarakat, meski saat ini PDIP tidak memiliki perwakilan di eksekutif Kota Solo.

“Meskipun kita tidak ada wakil di eksekutif, itu adalah bagian dari perjuangan. Perjuangan panjang,” ujarnya.

Teguh menyebut peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDIP sebagai momentum refleksi bagi seluruh kader untuk menyadari bahwa perjuangan partai masih terus berjalan dan penuh tantangan.

“Kita harus waspada. Yang berwarna merah bukan hanya PDIP. Perjuangan memang butuh uang, tetapi uang bukan segalanya. Tanpa soliditas dan kekompakan, partai ini bisa turun,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya regenerasi dan energi baru dalam struktur partai, mulai dari tingkat ranting hingga badan dan sayap partai.

“Generasi muda harus terlibat. Jangan menengok ke belakang. Kemenangan ada di depan mata sepanjang kita kompak dan bersatu, serta tetap menghargai perjuangan para senior,” pungkas Teguh. (KS01)

Tags

Terkini