WONOSOBO, KLIKSOLONEWS.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta bersama Bank Jateng menggelar High Level Meeting (HLM) di kawasan Dieng, Kabupaten Wonosobo, pada 9–10 Januari 2026.
Forum strategis ini menjadi ajang konsolidasi untuk memperkuat ekosistem digital, mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), serta mempercepat terwujudnya Surakarta sebagai Smart City yang inklusif dan berkelanjutan.
HLM tersebut dihadiri Wali Kota Surakarta, Wakil Wali Kota Surakarta, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surakarta, jajaran Direksi Bank Jateng, perwakilan Bank Indonesia (BI), serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Kehadiran lintas pemangku kepentingan ini menegaskan pentingnya sinergi dalam menjawab tantangan pembangunan daerah di era digital.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi menegaskan digitalisasi bukan sekadar penerapan teknologi, melainkan instrumen untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan memperkuat ekonomi daerah.
Transformasi digital, menurutnya, harus memberi dampak langsung bagi masyarakat, terutama UMKM dan pedagang pasar tradisional.
“Digitalisasi harus menghadirkan layanan yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat. Kolaborasi dengan Bank Jateng, Bank Indonesia, serta mitra teknologi keuangan menjadi kunci agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga,” ujar Wali Kota.
Senada, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani menekankan pembangunan Smart City harus diiringi peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Pendampingan kepada pelaku UMKM dan pedagang pasar menjadi prioritas agar mereka mampu beradaptasi dengan sistem pembayaran digital.
“Digitalisasi tidak boleh meninggalkan siapa pun. UMKM harus didampingi agar mampu naik kelas dan berkembang di tengah perubahan zaman,” jelasnya.
Sementara itu, Sekda Kota Surakarta menyoroti pentingnya konsistensi kebijakan dan integrasi antar-OPD dalam menjalankan agenda digitalisasi. Ia menegaskan bahwa inovasi layanan berbasis teknologi harus dibarengi tata kelola, regulasi, dan keamanan data yang kuat.
Direktur Utama Bank Jateng menyatakan komitmen pihaknya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Bank Jateng siap mendukung digitalisasi transaksi pemerintah daerah, penguatan sistem pembayaran non-tunai, serta pemberdayaan UMKM melalui layanan keuangan digital.
“Digitalisasi keuangan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan anggaran, memperluas inklusi keuangan, dan berdampak pada peningkatan PAD,” ujarnya.
Perwakilan Bank Indonesia mengapresiasi kolaborasi Pemkot Surakarta dan Bank Jateng yang sejalan dengan kebijakan nasional dalam mendorong Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). BI menilai elektronifikasi memberikan manfaat signifikan, mulai dari transparansi hingga pengendalian inflasi daerah.
Salah satu fokus utama HLM ini adalah penguatan ekosistem digital melalui kerja sama dengan perusahaan teknologi keuangan, termasuk GoTo Financial.
Pemkot Surakarta mendorong pemanfaatan pembayaran digital seperti GoPay bagi UMKM dan pedagang pasar melalui pelatihan, pendampingan pendaftaran merchant, serta integrasi pembayaran non-tunai di pasar rakyat.
Selain sektor ekonomi, digitalisasi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan publik, seperti perizinan, pembayaran pajak dan retribusi, serta administrasi kependudukan. Sistem digital dinilai mampu meningkatkan akurasi pencatatan transaksi, menekan potensi kebocoran, dan mengoptimalkan PAD.
HLM yang berlangsung selama dua hari ini dimanfaatkan sebagai forum penyelarasan visi dan penguatan koordinasi. Menutup kegiatan, Wali Kota Surakarta menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital membutuhkan komitmen bersama. (ks01)