solo

Astrid Widayani Pimpin Deklarasi Anti Stigma di Penumping Festival 2025

KS1
Minggu, 7 Desember 2025 | 18:00 WIB
Astrid Widayani Pimpin Deklarasi Anti Stigma di Penumping Festival 2025. (KlikSoloNews/dok Pemkot Surakarta)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM — Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Surakarta untuk mewujudkan kota yang ramah dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan saat ia menghadiri dan memimpin deklarasi Penumping Festival 2025 di Lapangan Penumping, Sabtu (6/12/2025) siang.

Acara diawali dengan penampilan vokal dari YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Cacat) SLB Kota Surakarta. Anak-anak istimewa tersebut membawakan lagu-lagu orisinal karya mereka sendiri, menunjukkan potensi luar biasa meski memiliki keterbatasan fisik.

Melihat penampilan tersebut, Astrid menyatakan, kreativitas dan semangat mereka adalah bukti nyata bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya.

"Pemerintah harus terus menyediakan ruang ekspresi dan akses yang setara bagi mereka,” kata Astrid.

Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Anti Stigma dan Inklusif Kesetaraan Sosial. Didampingi pejabat terkait dan tokoh masyarakat, Astrid membubuhkan tanda tangan sebagai simbol komitmen Pemkot Surakarta untuk menghapus stigma negatif terhadap penyandang disabilitas dan kelompok rentan.

Deklarasi ini sejalan dengan aspirasi warga Penumping untuk pembangunan berbasis inklusif, mulai dari akses fasilitas publik hingga kesempatan kerja, sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045.

“Inklusivitas bukan sekadar slogan. Pembangunan di Surakarta harus memastikan no one left behind—seluruh warga berhak atas pendidikan, kesehatan, dan kesempatan yang sama," tegas Astrid.

Dukung UMKM dan Ekonomi Lokal

Usai deklarasi, Astrid meninjau stan UMKM warga Penumping di sekitar lokasi. Ia berdialog langsung dengan para pelaku usaha, mengapresiasi geliat ekonomi lokal yang tumbuh melalui kegiatan budaya dan sosial.

“Festival seperti ini adalah paket lengkap. Ada pelestarian budaya, pesan kemanusiaan tentang inklusivitas, dan pergerakan ekonomi rakyat. Semangat gotong royong warga Penumping harus terus kita dukung,” tutup Astrid.

Melalui Penumping Festival 2025, diharapkan seluruh elemen masyarakat Surakarta semakin tergerak untuk membangun kota yang berbudaya, maju, dan menjunjung nilai kemanusiaan serta kesetaraan bagi semua warga. (KS01)

Tags

Terkini