SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Kasus dugaan pencopetan yang sempat terjadi di kawasan Pasar Kliwon, Solo, saat pelaksanaan Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi atau Haul Solo, akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan. Polisi memastikan tidak ada kerugian yang dialami pihak terduga korban.
Kapolsek Pasar Kliwon, AKP Amiruddin Zulkarnaen, menjelaskan perkara tersebut telah berakhir damai karena korban tidak membuat laporan resmi.
“Satu yang kami tangani telah selesai secara kekeluargaan dan damai. Karena yang diduga korban tidak membuat laporan tertulis. Selain itu, juga tidak ada kerugian yang dialami terduga korban,” ujarnya, Rabu (15/10/2025).
AKP Amir menambahkan, selama gelaran Haul Solo berlangsung, pihak kepolisian mengamankan tiga orang yang diduga sebagai pelaku pencopetan. Dari jumlah itu, satu kasus diselesaikan di tingkat Polsek, sementara dua lainnya ditangani oleh Satreskrim Polresta Solo.
Kasus yang berakhir damai tersebut melibatkan seorang pria paruh baya asal Sragen. Ia sempat diamankan tim keamanan Haul Solo bersama dua orang asal Kalimantan yang diduga menjadi korban.
“Jadi bapak itu diamankan oleh teman-teman tim keamanan haul bersama juga dua orang asal Kalimantan yang diduga menjadi korban,” ungkap AKP Amir.
Setelah diamankan, pria tersebut dibawa ke Mapolsek Pasar Kliwon untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga meminta keterangan dari pihak terduga korban yang saat itu menginap di sebuah hotel.
“Dia pada saat itu merasa barangnya diambil dan kemudian dijatuhkan oleh terduga pelaku. Jadi ponsel itu sebenarnya tidak sampai hilang,” jelasnya.
Karena tidak ada barang yang hilang dan korban menolak membuat laporan resmi maupun menyerahkan ponsel sebagai barang bukti, perkara tersebut tidak dilanjutkan ke proses hukum.
“Akhirnya tidak ada laporan tertulis secara resmi dan tidak ada barang bukti, serta terduga korban tidak ada dirugikan, kedua pihak memilih menyelesaikannya secara lisan dan kekeluargaan agar perkara ini berakhir damai,” kata AKP Amir.
Diketahui sebelumnya, Polresta Solo juga menangkap dua pelaku pencopetan lain di acara yang sama. Keduanya, laki-laki asal Sragen dan perempuan asal Jakarta Timur, kedapatan membawa dompet dan ponsel yang bukan milik mereka. Kabag Ops Polresta Solo, Kompol Engkos Sarkosi, menyebut para pelaku memanfaatkan kepadatan jemaah.
“Mereka memanfaatkan keadaan di lapangan yang mana jemaah ramai dan ada yang lengah di antaranya dan itu yang disasar,” ujarnya. (KS1)