solo

GEMFest 2025: Gamelan Tampil Megah, Tradisi Berbaur dengan Nuansa Kekinian

KS1
Sabtu, 23 Agustus 2025 | 20:35 WIB
GEMFest 2025: Gamelan Tampil Megah, Tradisi Berbaur dengan Nuansa Kekinian. (KlikSoloNews/dok)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Denting gamelan berpadu gemerlap visual artistik berhasil memukau ribuan penonton pada gelaran Gamelan Ethnic Music Festival (GEMFest) 2025 di Halaman Balaikota Surakarta.

Festival musik etnik ini menghadirkan perpaduan tradisi dan inovasi, menjadikan gamelan bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga tontonan yang modern, megah, dan memikat.

Hari pertama GEMFest diawali dengan karnaval budaya yang menghadirkan Konvoi Angin Ribut Madura, PPMKI, dan Sanggar Seni Moresca dari Flores. Karnaval berlangsung meriah dari Graha Wisata hingga Balaikota Surakarta sebelum acara resmi dibuka pukul 16.00 WIB.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gamelan Wakil Wali Kota Surakarta bersama jajaran pejabat, lalu dilanjutkan penampilan grup karawitan Wiratama serta Orkes Melayu Lorenza.

Malam hari menjadi puncak gemerlap GEMFest. Usai lantunan Indonesia Raya, langit Solo disulap dengan pertunjukan video mapping show yang memukau mata penonton.

Tidak berhenti di situ, tarian klasik Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat turut menghangatkan suasana sebelum deretan penampil musik etnik naik ke panggung.

Salah satu penampilan yang menyentuh hati datang dari Karawitan Ngudi Raos Bakti Candrasa. Meski beranggotakan penyandang kebutuhan khusus, mereka tampil piawai dan sukses menuai apresiasi meriah dari ribuan penonton.

Disusul penampilan Gong Angin dari Surabaya dan Sanggar Jiwa Etnik Blambangan Banyuwangi yang membawa warna khas etnik pesisir timur Jawa.

Dari Indonesia Timur, Sanggar Seni Moresca asal Flores menjadi sorotan tersendiri. Membawakan lagu Sikka Lori Lolo dan Gemufamire, mereka menghadirkan semangat khas Nusa Tenggara yang disambut hangat penonton.

“Senang sekali bisa tampil di Kota Solo, apalagi di festival nasional sebesar ini. Kami mempersiapkan diri dua bulan, dan rasanya lega akhirnya tampil di GEMFest,” ungkap salah satu personelnya.

Penutup hari pertama ditandai dengan penampilan kolaboratif dari Anteng Kitiran asal Yogyakarta bersama sinden Solo, Mambaul Khasanah. Membawakan lagu Maskumambang dan Madah, mereka menutup malam Sabtu Kota Solo dengan harmoni gamelan yang sarat pesan budaya.

Meski sempat diguyur hujan, antusiasme penonton tidak surut. Tercatat sekitar 3.500 orang hadir menikmati festival hingga larut malam, menjadikan GEMFest 2025 sebagai catatan manis bagi agenda seni budaya Kota Solo.(KS01)

Tags

Terkini