solo

GembiraFest 2025: Orang Muda Surakarta Berkreasi dan Berani Bersuara

KS1
Minggu, 17 Agustus 2025 | 12:00 WIB
GembiraFest 2025: Orang Muda Surakarta Berkreasi dan Berani Bersuara. (KlikSoloNews/dok)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – GembiraFest 2025 hadir di Surakarta untuk pertama kalinya. Festival orang muda ini mengusung tema “Memperluas Partisipasi, Melawan Represi” dengan kolaborasi komunitas, seni, musik, dan diskusi kebebasan sipil.

Festival kreativitas dan aktivisme orang muda kembali hadir melalui GembiraFest 2025 yang diselenggarakan Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) di Lokananta Bloc, Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu 16 Agustus 2025.

Untuk pertama kalinya sejak digelar tahun 2023, GembiraFest dilaksanakan di luar Jakarta. Festival yang menggabungkan diskursus demokrasi dengan seni, budaya populer, dan kreativitas kolektif ini mengangkat tema “Memperluas Partisipasi, Melawan Represi”.

Tema tersebut dipilih karena situasi partisipasi publik di Indonesia dinilai semakin menyempit. Melalui GembiraFest, PSHK mengajak orang muda berani bersuara dan membuka ruang partisipasi yang lebih inklusif.

“Orang muda perlu terus diberi wadah untuk mengekspresikan ide dan gagasan mereka, terutama soal kebebasan sipil dan demokrasi,” kata penyelenggara dalam pernyataannya.

Kolaborasi 14 Komunitas di Surakarta

Tahun ini, PSHK menyelenggarakan GembiraFest berkolaborasi dengan 14 Komunitas Orang Muda di Surakarta yang terdiri dari Dapure Cah Cah, Leluasa, Darsa Kolektif, AJI Solo, Aksi Kamisan Solo, Bengawan Solidarity, Paramedis Jalanan Solo, Perpusjal Solo, Gerkatin Surakarta, Komune Liberata, Ruang Solidaritas Joli Jolan, LPM Pabelan, Teater UKM Sastra Jejak, SPEKHAM, dan LBH Soratice. GembiraFest 2025 juga didukung oleh Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera, EngageMedia, Koalisi Kebebasan Berserikat, Imparsial, LBH Jakarta, YAPPIKA, dan ELSAM.

Dalam aktivitasnya, GembiraFest 2025 menampilkan serangkaian kegiatan pertunjukan, yaitu menonton dan refleksi film berjudul “Lagu untuk Anakku” karya Sutradara Shalahuddin Siregar; Talk Show bersama Okky Madasari (sastrawan dan sosiolog), Yatun Sastraamidjaja (Antropolog University of Amsterdam), Mariyana Ricky (Ketua AJI Surakarta), dan Mohammad Fernanda (Redaktur LPM Pabelan); pertunjukan teater oleh Teater UKM Sastra Jejak Institut Seni Indonesia Surakarta; dan pertunjukan musik dengan bintang tamu Fajar Merah, Sudut Jentera, The Jeblogs, dan Kunto Aji.

Selain itu, festival ini juga didukung sejumlah organisasi nasional seperti Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera, EngageMedia, Koalisi Kebebasan Berserikat, Imparsial, LBH Jakarta, YAPPIKA, hingga ELSAM.

Melalui penyelenggaraan GembiraFest di Surakarta, PSHK berharap dapat mendorong aktivisme orang muda setempat, sekaligus menjadi inspirasi bagi komunitas lain di seluruh Indonesia untuk berani berpartisipasi dan berekspresi dalam memperjuangkan hak-hak warga.

Tags

Terkini