solo

Road to Solo Keroncong Festival 2025 Gema di Triwindu, Warga Antusias Sambut Musik Budaya Solo

KS1
Sabtu, 12 Juli 2025 | 20:30 WIB
Road to Solo Keroncong Festival 2025 Gema di Triwindu, Warga Antusias Sambut Musik Budaya Solo. (KlikSoloNews/Kevin Rama)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM — Alunan musik keroncong kembali menggema di Kota Bengawan lewat gelaran Road to Solo Keroncong Festival (SKF) 2025 edisi kedua yang berlangsung meriah di halaman parkir Pasar Triwindu, Jumat 11 Juli 2025, malam.

Warga Solo menyambut antusias acara ini sebagai bentuk kerinduan terhadap musik keroncong yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Kota Solo.

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian menuju puncak Solo Keroncong Festival 2025 yang akan digelar pada 25–26 Juli 2025 di Benteng Vastenburg. Tahun ini, SKF hadir dengan konsep kolaborasi lintas generasi, menggabungkan musisi legendaris dan talenta muda dalam satu panggung budaya.

Tahun ini, SKF hadir dengan konsep kolaborasi lintas generasi, menghadirkan sederet musisi kenamaan seperti Putri Ayu, Waljinah, Endah Laras, Niken Salindri, Ardha Tatu, Rizka Rinonce, Reda Mantovani, Mus Mujiono, hingga Didiek SSS & Calista SSS.

Kehadiran mereka diyakini akan menjadi daya tarik utama dalam merangkul semua kalangan untuk kembali mencintai musik keroncong.

Ketua SKF 2025 yang juga Ketua NPC Indonesia, Senny Marbun, menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat sangat penting dalam menjaga dan menghidupkan kembali warisan musik keroncong.

“Sebagai warga Solo, saya merasa bertanggung jawab untuk melestarikan budaya kota ini. Salah satunya lewat keroncong, musik khas dan bersejarah,” ujar Senny.

Ia mengajak masyarakat untuk hadir dan memeriahkan puncak acara di Benteng Vastenburg.

“Ayo kita ramaikan bersama. Ini momentum penting agar keroncong bisa mendunia," tambah Senny Marbun.

Ketua Pelaksana SKF 2025, Didit Raikapur, menyebutkan tahun ini menjadi edisi paling spesial karena mendapat dukungan pendanaan dari berbagai sumber APBD Kota Solo, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan kerabat usaha lokal dan nasional.

“Kami ingin menjadikan SKF 2025 sebagai panggung inklusif yang tak hanya menyuguhkan musik, tetapi juga menyatukan masyarakat dalam semangat pelestarian budaya,” ujar Didit.

Gelaran Solo Keroncong Festival 2025 diharapkan mampu memperkuat posisi Solo sebagai kota budaya dan menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Acara ini terbuka untuk umum dan gratis, memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk menikmati kekayaan budaya secara langsung.(KS01)

Tags

Terkini