solo

RS UNS Ukir Sejarah, Lakukan Implantasi ICD Bluetooth Pertama di Indonesia

KS1
Rabu, 9 Juli 2025 | 20:48 WIB
RS UNS Ukir Sejarah, Lakukan Implantasi ICD Bluetooth Pertama di Indonesia. (KlikSoloNews/dok)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (RS UNS) kembali mencatatkan pencapaian bersejarah dalam dunia medis Indonesia.

Untuk pertama kalinya di Tanah Air, tim medis dari Divisi Aritmia RS UNS sukses melakukan prosedur implantasi ICD (Implantable Cardioverter Defibrillator) berteknologi bluetooth pada seorang pasien, Selasa 7 Juli 2025.

Inovasi ini menandai langkah besar dalam penanganan gangguan irama jantung, tidak hanya untuk wilayah Solo Raya, tetapi juga sebagai terobosan nasional. Direktur RS UNS, Prof. Dr. dr. Pamudji Utomo, Sp.O.T.(K)Spine, menyebut keberhasilan ini sebagai lompatan penting bagi layanan kardiologi di Indonesia.

“Ini adalah tindakan monumental yang menandai kesiapan RS UNS menghadirkan teknologi medis mutakhir. Kami berharap keberhasilan ini turut meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dan penanganan aritmia,” ujar Prof Pamudji dalam konferensi pers, Rabu 9 Juli 2025.

Prosedur dilakukan pada pasien perempuan berusia 84 tahun yang mengalami sinkop berulang akibat aritmia serius. Pasien sebelumnya didiagnosis memiliki riwayat penyakit jantung koroner dan degeneratif, yang menempatkannya pada risiko tinggi mengalami henti jantung mendadak.

Implantasi ICD dilakukan oleh tim yang dipimpin dr. Irnizarifka, Sp.J.P., Subsp.Ar(K)., spesialis jantung yang ahli dalam bidang elektrofisiologi dan gagal jantung. Menurutnya, tindakan berlangsung lancar dan tanpa komplikasi.

“Ini adalah ICD generasi terbaru yang dilengkapi fitur bluetooth. Alat ini memungkinkan pemantauan kondisi pasien secara nirkabel melalui aplikasi di ponsel. Dan ini pertama kalinya dipasang di Indonesia,” ungkap dr. Irnizarifka.

Solusi Baru, Tak Perlu ke Jakarta

Selama ini, pasien yang memerlukan implan ICD canggih biasanya harus dirujuk ke rumah sakit di Jakarta atau luar negeri.

Namun kini, layanan tersebut tersedia langsung di Solo. RS UNS menjadi pionir dalam penyediaan tindakan ini, yang sekaligus memperkuat perannya sebagai rumah sakit pendidikan dengan fasilitas berstandar tinggi.

ICD merupakan alat medis vital yang ditanam di bawah kulit di area dada bagian atas. Perangkat ini bekerja secara otomatis memantau detak jantung dan memberikan pacu atau kejutan listrik bila diperlukan, terutama untuk mencegah kematian mendadak akibat aritmia fatal.

“Kita sudah punya 56 ahli aritmia di Indonesia. Artinya, kemampuan kita sudah cukup kuat untuk menangani kasus ini di berbagai wilayah, tak harus di kota besar saja,” tambah dr. Irnizarifka.

Keberhasilan ini menjadi batu loncatan bagi Divisi Aritmia RS UNS untuk terus berkembang. Rumah sakit berkomitmen memperluas akses layanan jantung berbasis teknologi tinggi bagi masyarakat Solo Raya dan sekitarnya.

Prof Pamudji menegaskan bahwa RS UNS tidak hanya fokus pada pelayanan, tetapi juga investasi berkelanjutan dalam pelatihan tenaga medis, pengembangan riset, dan pengadaan alat kesehatan modern.

Visi jangka panjangnya adalah menjadikan RS UNS sebagai pusat rujukan nasional di bidang gangguan irama jantung.

“Ini bukti bahwa kita mampu menjadi pelopor. RS UNS akan terus menjadi garda depan dalam inovasi layanan medis di Indonesia,” tutup Prof Pamudji. (ks01)

Tags

Terkini