solo

Semarak Budaya Indonesia 2025: Seni Tanpa Batas, Hadirkan Kolaborasi Spektakuler Antar-Sanggar

KS1
Minggu, 11 Mei 2025 | 17:00 WIB
Semarak Budaya Indonesia 2025: Seni Tanpa Batas, Hadirkan Kolaborasi Spektakuler Antar-Sanggar. (KlikSoloNews/dok SBI)

SOLO, KLIKSOLOLONEWS.COM - Festival Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2025 kembali digelar dengan sukses untuk ke-12 kalinya di Balai Kota Surakarta.

Memasuki hari kedua, Sabtu 10 Mei 2025, ribuan penonton memenuhi pelataran balai kota untuk menyaksikan pertunjukan seni kolaboratif dari berbagai daerah di Indonesia.

Mengusung tema "Manca Warna Puspita", gelaran ini menjadi simbol harmoni keragaman budaya yang dikemas dalam satu panggung lintas generasi dan daerah. Festival ini diinisiasi oleh Pemuda Indonesia Kreatif bersama Semarak Candrakirana Art Center, dengan dukungan Pemerintah Kota Surakarta dan berbagai sponsor.

Penampilan hari kedua diramaikan 14 sanggar dan komunitas seni, di antaranya Timeless Dance Center (Solo), Mannequin Puppet Community (Bali), Amarta Production (Solo), Almaeriee Art Dance (Riau), serta Sanggar Tari Tancep (Sragen). Masing-masing membawa karya unik yang memadukan seni tradisional, modern, hingga kontemporer.

Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian datang dari Timeless Dance Center, yang menampilkan pertunjukan fusion antara tari tradisional, modern, dan elemen teatrikal. Kolaborasi 25 penari lintas usia ini memikat penonton dengan koreografi dinamis dan iringan musik yang menggabungkan unsur hip-hop dan tradisi lokal.

Sementara itu, dari Bali, Mannequin Puppet Community memukau dengan pertunjukan bertajuk “Duh Ratnayu”. Dengan memadukan drama, tari, dan penggunaan boneka sebagai karakter utama, mereka menyampaikan kisah estetika dan filosofi di balik bunga Ratna secara unik dan ekspresif.

-
Semarak Budaya Indonesia 2025: Seni Tanpa Batas, Hadirkan Kolaborasi Spektakuler Antar-Sanggar. (KlikSoloNews/dok SBI)

Acara ditutup dengan pertunjukan Tari Tayub Dung Banteng Sanggar Tari Tancep, yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada para peserta perwakilan Pemkot Surakarta, termasuk Hery Mulyono, serta Ketua Festival SBI 2025, Apriza Rizaldi Na’im, dan penasihat festival, RAy Irawati Kusumorasri.

“Festival ini tidak hanya menjadi panggung seni, tapi juga menjadi ruang kolaborasi dan regenerasi bagi para pelaku budaya dari seluruh penjuru tanah air,” ujar Hery Mulyono dalam pernyataan penutupnya.

Sebagai simbol penutupan, para tokoh memukul kenong diikuti flashmob massal oleh seluruh pengisi acara, panitia, dan penonton yang turut larut dalam suasana meriah.

Festival SBI 2025 kembali membuktikan bahwa semangat pelestarian budaya mampu dikemas modern tanpa kehilangan jati diri. Acara ini didukung oleh berbagai pihak seperti Rumah Atsiri Indonesia, Bank Indonesia, dan Pemkot Surakarta.(KS01)

Tags

Terkini