solo

Kapolresta Surakarta Kunjungi Keluarga Anggota Polri Korban Kebakaran: Tangis Haru di Tengah Musibah

KS1
Kamis, 10 April 2025 | 17:30 WIB
Kapolresta Surakarta Kunjungi Keluarga Anggota Polri Korban Kebakaran: Tetes Haru di Tengah Musibah. (KlikSoloNews/dok Polresta Surakarta)

KLATEN, KLIKSOLONEWS.COM - Suasana haru menyelimuti ruang perawatan RS PKU Muhammadiyah Delanggu, Kabupaten Klaten, saat Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, bersama Wakapolresta AKBP Sigit, dan para Pejabat Utama (PJU) Polresta Surakarta menjenguk keluarga anggota yang menjadi korban kebakaran, Aiptu Suroto dari Polsek Banjarsari.

Musibah memilukan itu terjadi di Desa Jaten RT 01/RW 04, Kelurahan Juwiring, Klaten. Istri Aiptu Suroto, Tri Wahyuni, menjadi korban dalam kejadian tersebut.

Dalam kondisi tertidur dan menderita stroke, ia tak kuasa menghindari api yang menjalar dari obat nyamuk bakar yang diletakkan dekat tempat tidurnya.

Api bermula saat ujung pakaian korban tersulut bara dari obat nyamuk tersebut. Percikan api dengan cepat menyambar kain dan membakar bagian pakaian yang dikenakannya.

Dalam keterbatasan fisik akibat stroke, korban berupaya melepaskan pakaian tersebut. Namun, pakaian yang masih terbakar justru jatuh di atas kasur, memicu kebakaran yang lebih besar.

Dengan sisa tenaga, korban merangkak keluar kamar sambil berteriak minta tolong. Warga sekitar segera berdatangan, memadamkan api dengan alat seadanya, dan mengevakuasi korban keluar rumah.

Kehadiran Kapolresta dan jajaran di rumah sakit bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata kepedulian institusi terhadap anggotanya. Bantuan berupa sembako, santunan pengobatan, dan dukungan perbaikan rumah diserahkan langsung oleh Kapolresta sebagai bentuk empati.

“Kami hadir untuk memberikan dukungan moral dan material. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban keluarga Aiptu Suroto,” ujar Kapolresta dengan mata berkaca-kaca, Rabu 9 April 2025.

Kebersamaan dalam kunjungan itu terasa seperti keluarga besar yang saling menguatkan. Canda ringan, doa, dan pelukan hangat menjadi pengingat di balik seragam yang tegas, para penegak hukum juga memiliki hati yang lembut dan tulus untuk saling mengasihi.

“Terima kasih kepada Bapak Kapolresta dan seluruh jajaran. Kehadiran Bapak-Bapak sangat berarti bagi kami. Semoga Allah membalas segala kebaikan ini,” tutur Aiptu Suroto dengan suara bergetar menahan haru.

Di tengah duka, hadir kehangatan dan kepedulian yang menyatukan. Semoga semangat solidaritas ini menjadi jalan pemulihan bagi keluarga Aiptu Suroto, dan mempererat silaturahmi di antara sesama Bhayangkara.(KS01)

Tags

Terkini