solo

PMI Solo Kirim 672 Kantong Plasma Darah, Dukung Percepatan Industri Fraksionasi Plasma

KS1
Minggu, 16 Maret 2025 | 12:53 WIB
PMI Solo Kirim 672 Kantong Plasma Darah, Dukung Percepatan Industri Fraksionasi Plasma. (KlikSoloNews/dok PMI)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Industri fraksionasi plasma menjadi fokus utama dalam pengembangan sektor farmasi dan kesehatan di Indonesia.

Pemerintah telah mencanangkan percepatan industri ini melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 17 Tahun 2017, yang menetapkan fraksionasi plasma sebagai salah satu prioritas dalam pengembangan sediaan farmasi.

Sebagai bagian dari program nasional, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta turut berperan aktif dengan mengirimkan 672 kantong plasma darah ke PMI Pusat pada Jumat 14 Maret 2025.

Plasma ini nantinya akan dikirim ke SK Plasma, Korea Selatan, untuk diproses menjadi albumin, immunoglobulin, dan faktor pembekuan darah—produk yang sangat penting dalam dunia medis.

Fraksionasi plasma adalah proses pemisahan komponen derivat plasma yang dapat digunakan sebagai obat terapeutik. Proses ini bertujuan untuk menghasilkan Produk Obat Derivat Plasma (PDOB) yang memenuhi standar Quality, Safety, dan Efficacy.

PMI Solo, sebagai salah satu Unit Transfusi Darah (UTD) yang telah tersertifikasi CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) Badan POM, dipercaya untuk berkontribusi dalam program ini.

Martati Nur Utami, Manager Kualitas PMI Solo, menjelaskan kerja sama ini merupakan langkah maju dalam pengolahan darah nasional.

"Setelah plasma ini terkumpul di PMI Pusat, selanjutnya akan dikirim ke SK Plasma di Korea Selatan untuk diproduksi menjadi albumin, immunoglobulin, dan faktor pembekuan darah yang sangat dibutuhkan dalam layanan kesehatan," ujarnya.

Menurut dr Achmad Reza, Kepala Unit Donor Darah PMI Solo, total plasma yang dikirimkan sebanyak 160 liter.

"Siang ini juga, plasma dari PMI Solo akan diberangkatkan ke UDD PMI Pusat untuk diuji, diolah, dan diproduksi di Korea Selatan," katanya.

Selain mendukung percepatan industri fraksionasi plasma, inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan kesehatan nasional dan kemandirian Indonesia dalam penyediaan produk obat berbasis plasma darah. (KS01)

Tags

Terkini