solo

22 Motor Berknalpot Brong Terjaring Razia

KS1
Minggu, 26 Juli 2020 | 09:53 WIB
LAWEYAN (KLIKSOLONEWS.COM) – Satlantas Polresta Surakarta menggelar razia gabungan dalam rangka Operasi Patuh Candi 2020, Sabtu (25/7/2020), malam.

Kegiatan razia gabungan ini menggandeng Sparta Sat Sabhara, Polisi Militer, Dinas Perhubunan (Dishub), dan tim Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret (UNS).

Dalam razia tersebut, 22 unit kendaraan roda dua terjaring razia dan dikenakan surat bukti pelanggaran (tilang). Rerata kendaraan yang terjaring menggunakan knalpot brong yang melebih standarisasi decibel.

Razia dimulai pukul 19.30 WIB di Mapolres II Surakarta, Kecamatan Laweyan. Tak butuh waktu lama, sejumlah motor dengan knalpot brong langsung digelandang ke halaman kantor.

Motor berbagai jenis mulai bebek, matik, hingga ber-cc besar seperti Kawasaki Ninja 250 cc tak luput dari razia. Bahkan motor keluaran lama yang menggunakan knalpot brong pun turut diamankan.



Kasat Lantas Polresta Surakarta, Kompol Afrian Satya Permadi menjelaskan, dalam razia ini pihaknya melibatkan FMIPA UNS untuk mengetahui tingkat kebisingan  knalpot dari pengendara.

“Kami menggunakan Sound Level Meter (SLM) dari jarak sekitar lima meter. Motor yang terjaring razia diukur dengan SLM, langkah itu untuk mengetahui tingkat desibel kebisingan.

Afrian memaparkan, keberadaan alat Sound Level Meter itu menjadi dasar pihaknya saat kembali menggelar razia knalpot brong lain hari. Langkah tersebut juga berdasarkan masukkan dari masyarakat berkait standarisasi tingkat kebisingan knalpot.

-
Kasat Lantas Polresta Surakarta, Kompol Afrian Satya Permadi. (Kliksolonews/Adhirajasa)

"Total dalam razia itu menghasilkan 39 pelangaran termasuk surat-surat. Namun yang kita tahan ada 22 unit motor yang menggunakan knalpot brong," tegas Afrian.

Motor dengan knalpot brong yang melebihi ambang baku mutu kebisingan langsung ditahan. Pengendara wajib membawa knalpot asli saat pengambilan motor tersebut.

"Kemarin kan ada komentar juga dari masyarakat yang merasa menggunakan knalpot bersertifikat dan lainnya. Nah, sekarang kan kita sudah punya alat yang jadi acuan untuk penilangan," tuturnya. (KS01-01)

Tags

Terkini