“Apa yang dilakukan teman-teman di Kasunanan maupun Mangkunegaran menjadi bagian dari program pemerintah Jawa Tengah juga. Karena itu kegiatan-kegiatan budaya seperti ini terus kita fasilitasi dan kita dukung,” jelasnya.
Selain menyaksikan kirab pusaka, masyarakat juga menantikan momen pembagian air jamasan pusaka usai prosesi selesai. Air yang digunakan untuk membersihkan pusaka tersebut dipercaya sebagian masyarakat membawa berkah.
Salah seorang warga, Marimin (54), mengaku sengaja datang untuk mendapatkan air jamasan.
“Tadi ambil air jamasan. Buat minum, mencari berkah dari sini,” tuturnya.
Rangkaian peringatan 1 Suro tahun ini berlangsung lebih khidmat dengan pelaksanaan tirakatan selama 24 jam yang dibagi dalam tiga fase.
Seluruh kegiatan dijadwalkan berakhir pada Rabu pagi dengan meditasi dan Laku Catur Sembah sebagai ritual menyambut fajar.(*)
Artikel Terkait
Beratribut Silat dan Berkendara Ugal-ugalan Usai Kirab Malam Satu Suro, 13 Orang Pesilat di Solo Diamankan Polisi
Kirab Pusaka 1 Suro Pura Mangkunegaran Digelar 26 Juni Malam, Ini Rute dan Pengalihan Lalu Lintas
Digelar Kamis Malam, Ini Rute Kirab Pusaka 1 Suro Keraton Surakarta
Kirab 1 Suro di Solo, Polisi Siaga dan Warga Diimbau Tak Bawa Barang Mewah
Jelang Bulan Suro, Polresta Surakarta Gandeng IPSI dan Perguruan Silat Deklarasikan Kamtibmas Damai