Jumat, 12 Juni 2026

Dari Sujiwo Tejo hingga Saron Groove, GEMFEST 2025 Tunjukkan Wajah Baru Musik Etnik

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Senin, 25 Agustus 2025 | 10:00 WIB
Dari Sujiwo Tejo hingga Saron Groove, GEMFEST 2025 Tunjukkan Wajah Baru Musik Etnik. (KlikSoloNews/dok)
Dari Sujiwo Tejo hingga Saron Groove, GEMFEST 2025 Tunjukkan Wajah Baru Musik Etnik. (KlikSoloNews/dok)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Alunan gamelan kembali menggema di pusat Kota Surakarta dalam gelaran Gamelan Ethnic Music Festival (GEMFEST) 2025.

Festival yang berlangsung di halaman Balai Kota Surakarta sejak 22–23 Agustus itu menghadirkan perpaduan indah antara tradisi musik gamelan dengan inovasi pertunjukan modern.

Sejak sore hingga malam, panggung GEMFEST dipenuhi dengan kolaborasi lintas daerah. Grup musik Angin Ribut asal Madura membuka suasana dengan warna khas daerahnya, dilanjutkan berbagai penampilan yang mengombinasikan gamelan dengan groove, vokal, hingga elemen teatrikal.

Di antaranya Saron Groove (DIY), Omah Cangkem (DIY), dan Artaixad Gamelan Syndicate yang menampilkan aransemen gamelan dengan sentuhan kontemporer.

Wakil Wali Kota Surakarta bersama jajaran pejabat daerah hadir langsung untuk memberikan apresiasi kepada para seniman. Mereka menegaskan GEMFEST bukan sekadar hiburan, melainkan ruang merawat identitas budaya sekaligus membuka peluang inovasi seni.

-
Dari Sujiwo Tejo hingga Saron Groove, GEMFEST 2025 Tunjukkan Wajah Baru Musik Etnik. (KlikSoloNews/dok)

Tak hanya pertunjukan musik, pengunjung juga dimanjakan dengan pameran kerajinan – mulai dari batik, blangkon, tatah sungging, hingga koleksi gamelan – serta aneka kuliner tradisional di area “Keplek Ilat”.

Puncak festival berlangsung di malam terakhir dengan kolaborasi spesial Waktu Indonesia Berdendang, Lala Atila, dan Sujiwo Tejo. Penampilan ini menghadirkan kombinasi narasi, musik, dan vokal yang membangkitkan emosi penonton.

Prosesi closing ceremony semakin hangat dengan pantun budaya dari Direktur Musik Kemenparekraf RI dan Wakil Wali Kota Surakarta sebelum pesta kembang api menutup rangkaian acara.

GEMFEST 2025 ditutup dengan penuh harapan gamelan sebagai warisan budaya dunia bukan hanya dikenang, tetapi terus berkembang seiring zaman dan tetap hidup di hati generasi mendatang.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X