Jumat, 12 Juni 2026

Respati Dukung Pembangunan Shelter KRL di UNS, Solo Timur Siap Jadi Gerbang Baru Wisata

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Kamis, 22 Mei 2025 | 09:30 WIB
Respati Dukung Pembangunan Shelter KRL di UNS, Solo Timur Siap Jadi Gerbang Baru Wisata. (KlikSoloNews/dok Pemkot Surakarta)
Respati Dukung Pembangunan Shelter KRL di UNS, Solo Timur Siap Jadi Gerbang Baru Wisata. (KlikSoloNews/dok Pemkot Surakarta)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COMWali Kota Surakarta, Respati Ardi, menggandeng PT Kereta Api Indonesia (KAI), Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Semarang, dan Universitas Sebelas Maret (UNS) untuk membahas pembangunan shelter pemberhentian Kereta Api di kawasan UNS Solo.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat infrastruktur transportasi publik di Solo, khususnya di wilayah timur kota.

Dalam rapat koordinasi yang digelar Selasa 20 Mei 2025, Respati menyampaikan kehadiran shelter KRL di UNS akan menjadi titik strategis untuk mendukung akses transportasi massal, pariwisata, dan pengembangan kawasan pendidikan.

“UNS adalah salah satu kampus top di Indonesia. Shelter kereta ini penting untuk membuka akses dari Solo Timur, sehingga wisatawan dari Madiun, Yogyakarta, bahkan Bandara Adi Soemarmo bisa langsung masuk ke kota lewat jalur ini,” ujar Respati.

Shelter yang direncanakan akan melayani Kereta Rel Listrik (KRL) Solo–Yogyakarta serta KA Bandara Internasional Adi Soemarmo (Bias) ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas warga, mahasiswa, dan wisatawan ke berbagai titik strategis, seperti Stasiun Solo Balapan, Bandara, dan kota-kota sekitar seperti Madiun dan Jogja.

Menurut Kepala KAI Daop 6 Yogyakarta, Bambang Respationo, pembangunan shelter ini merupakan langkah konkret mendekatkan layanan kereta komuter ke pusat aktivitas masyarakat dan pendidikan.

“Ini bagian dari perluasan jangkauan layanan KAI di Solo Raya. Kami ingin mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan mobilitas masyarakat dengan moda transportasi yang efisien dan ramah lingkungan,” jelas Bambang.

UNS Siap Dukung Infrastruktur dan Lahan

Dari pihak kampus, UNS menyambut baik inisiatif tersebut. Pihak rektorat menyatakan kesiapan dalam mendukung pembangunan, termasuk penyediaan lahan parkir, fasilitas penunjang, hingga integrasi akses jalan kampus ke shelter nantinya.

Kehadiran shelter ini juga memperkuat posisi UNS sebagai kawasan berbasis transit dan pengembangan pendidikan berbasis konektivitas.

“Mobilitas dosen, mahasiswa, hingga masyarakat sekitar kampus akan jauh lebih mudah dan cepat,” ujar perwakilan UNS.

Respati menegaskan bahwa pembangunan shelter ini akan menjadi titik awal pengembangan Solo Timur sebagai kawasan ekonomi baru. Dengan dukungan transportasi publik terintegrasi, wilayah ini dinilai sangat potensial untuk tumbuh sebagai gerbang masuk pariwisata dan sport tourism.

“Kalau akses mudah, kegiatan masyarakat juga akan makin ramai. Ini potensi ekonomi baru untuk UMKM, transportasi lanjutan, dan kawasan kampus,” tambahnya.

Saat ini, proyek shelter UNS masih dalam tahap kajian awal dan analisis dampak lingkungan (AMDAL). Beberapa aspek yang sedang digodok adalah rute integrasi, dampak lalu lintas, dan konektivitas antarmoda.

Respati menyatakan, pihaknya akan terus mendorong percepatan realisasi proyek ini dengan dukungan lintas lembaga.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X