Pelatih para angkat berat Indonesia, Coni Ruswanta, mengapresiasi pencapaian Shaleh. Menurutnya, hasil ini menjadi kejutan mengingat usia latihan Shaleh yang sangat singkat.
“Saya melihat pesaingnya di kelas -54 kilogram ini berat-berat karena mungkin mereka sudah berlatih lebih lama, sementara atlet kita mungkin baru berlatih lima bulan. Raihan Shaleh ini menjadi kejutan tersendiri,” ujar Coni.
Ia berharap kesuksesan ini mampu memotivasi atlet-atlet lain hasil seleksi Mendobrak Batas. Pada Asian Youth Para Games 2025, Indonesia menurunkan 13 atlet jebolan program tersebut.
Hingga Desember 2025, program Mendobrak Batas telah menjaring lebih dari 2.600 calon atlet dari 19 provinsi, dan ditargetkan menjangkau 35 provinsi di Indonesia. (KS2)