SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan pandangannya terkait wacana pemekaran wilayah atau pembentukan daerah otonomi baru (DOB) di sejumlah daerah seperti Brebes Selatan, Cilacap, dan Banyumas.
Ia menekankan pentingnya kajian mendalam, khususnya terkait kemampuan fiskal calon daerah baru.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Aspirasi Masyarakat (ASMAS) yang digelar DPD RI Jawa Tengah di Semarang, Rabu 23 April 2025, dengan tema “Optimalisasi Desentralisasi dan Otonomi Daerah dalam Perspektif RPJMD Jateng 2025–2029.”
“Kalau pemekaran coba nanti kita bukan hanya bicara tentang pelayanannya yang jauh saja. Itu yang saat ini disuarakan kan ‘Pak, kami jauh dari tempat pelayanan’. Saat ini kan online, ya kan bisa kita dekatkan,” ujar Taj Yasin dalam diskusi tersebut.
Ia mengingatkan bahwa aspek jarak pelayanan publik memang penting, namun bukan satu-satunya dasar dalam penentuan DOB. Menurutnya, faktor paling utama adalah kemampuan fiskal daerah yang bersangkutan.
“Kalau bicara tentang pemekaran, itu yang dihitung kemampuan fiskalnya. Ketika dipisah, mereka mampu enggak membiayainya?” katanya.
Lebih lanjut, Taj Yasin menyebutkan bahwa daerah-daerah yang selama ini kerap mengemuka dalam isu pemekaran, seperti Brebes Selatan, Cilacap, dan Banyumas, perlu dikaji secara serius dari sisi keuangan.
“Kawasan Kabupaten Brebes Selatan itu juga harus dihitung, Cilacap juga sama, Banyumas tadi disampaikan juga sama. Maka kita harus menghitung itu, tidak hanya suara untuk pemekaran saja. Kami akan dorong untuk pemekaran apabila fiskalnya itu mencukupi,” tegasnya.
Pemprov Jateng, kata dia, tetap membuka ruang untuk pembahasan lebih lanjut terkait pemekaran wilayah. Namun, keputusan apapun harus berpijak pada pertimbangan rasional dan bukan semata-mata karena tekanan atau desakan dari masyarakat.(KS01)