"Tinggal kita persiapkan pelaku ekspornya, terutama produknya itu sendiri. Apakah perlu ditingkatkan kualitasnya, dari segi peraturan domestik di UK, seperti apa standar yang diterapkan, itu juga harus kita ikuti," imbuh Wijayanto.
Lebih lanjut, Wijayanto menjelaskan bahwa singkong di Uni Eropa dan Inggris diolah menjadi berbagai produk, seperti pati (starch) dan olahan produk rendah gula untuk menjadi makanan sehat.
Sementara itu, Plh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng, Linda Widiastuti Ariningrum, mengatakan bahwa hal lain yang perlu ditingkatkan adalah konsistensi kuantitas produk. Menurutnya, hal ini penting untuk memastikan suplai kebutuhan pasar luar negeri yang stabil.
"Oleh karenanya, kami mewacanakan adanya Desa Devisa. Melalui program ini, nantinya desa-desa potensial dengan produk kualitas ekspor akan mendapatkan pendampingan," terang Linda.
Pendampingan yang dimaksud, menurut Linda, tidak hanya dari sektor perindustrian dan perdagangan, tetapi juga sektor perbankan, pemberdayaan UKM, dan perizinan. (KS01)