JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM - Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita menjadi salah satu film dokumenter yang ramai diperbincangkan publik setelah menuai pro dan kontra di berbagai daerah.
Film ini mengangkat kehidupan masyarakat adat di wilayah Papua Selatan, khususnya di kawasan Merauke, Boven Digoel, dan Mappi, yang disebut mengalami perubahan besar akibat pembangunan dan ekspansi industri.
Berikut sinopsis film Pesta Babi yang dinilai kontroversial. Cerita dalam film dibuka dengan gambaran kehidupan masyarakat adat Papua yang masih memiliki hubungan erat dengan alam dan hutan.
Melalui ritual adat dan aktivitas sehari-hari warga, penonton diperlihatkan bagaimana hutan menjadi sumber kehidupan utama masyarakat lokal, mulai dari pangan, budaya, hingga identitas sosial.
Namun seiring berjalannya cerita, dokumenter mulai menampilkan perubahan yang terjadi akibat pembukaan lahan dan masuknya proyek industri berskala besar di Papua Selatan.
Film ini menyoroti berbagai persoalan seperti hilangnya hutan adat, ancaman terhadap sumber pangan tradisional, perubahan pola hidup masyarakat, hingga kekhawatiran warga terhadap masa depan generasi muda Papua.
Dokumenter juga memperlihatkan suara masyarakat yang merasa ruang hidup mereka semakin menyempit akibat perubahan fungsi lahan menjadi kawasan industri dan proyek pembangunan.
Nuansa emosional cukup terasa karena sebagian besar isi film menampilkan langsung pengalaman serta keresahan warga lokal terhadap kondisi yang mereka alami.
Alasan Film Pesta Babi Menjadi Kontroversial
Sejak awal pemutarannya, film dokumenter ini langsung memicu perdebatan publik karena dianggap mengangkat isu yang sensitif.
Salah satu faktor utama kontroversi adalah kritik terhadap proyek strategis nasional (PSN) di Papua Selatan yang dinilai berdampak terhadap lingkungan dan masyarakat adat.
Film juga menampilkan narasi mengenai kolonialisme modern dan eksploitasi sumber daya alam Papua yang kemudian memunculkan berbagai tafsir di tengah masyarakat.
Selain itu, terdapat pembahasan mengenai pengamanan proyek oleh aparat keamanan yang membuat sebagian pihak menilai dokumenter tersebut terlalu politis.
Sebagian kalangan menganggap isi film berpotensi memicu keresahan publik. Namun di sisi lain, sejumlah aktivis HAM dan pegiat lingkungan melihat dokumenter tersebut sebagai bentuk advokasi terhadap masyarakat adat Papua dan isu lingkungan hidup.
Perdebatan mengenai isi film inilah yang membuat nama Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita terus viral dan menjadi bahan diskusi di media sosial maupun forum publik.(KS01)