gaya-hidup

MAKTRATAP! Guru Honorer di Kuningan Kaget Namanya Dicatut Beli Ferrari Seharga Rp4,2 Miliar, Polisi Selidiki Dugaan Pemalsuan Data

KS1
Jumat, 17 April 2026 | 11:45 WIB
MAKTRATAP! Guru Honorer di Kuningan Kaget Namanya Dicatut Beli Ferrari Seharga Rp4,2 Miliar, Polisi Selidiki Dugaan Pemalsuan Data. (KlikSoloNews/dok)

KUNINGAN, KLIKSOLONEWS.COM – Seorang guru honorer di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Rizal Nurdimansyah, dibuat terkejut setelah namanya diduga dicatut dalam transaksi pembelian mobil mewah Ferrari 458 Speciale Aperta senilai Rp 4,2 miliar.

Warga Winduherang tersebut tiba-tiba tercatat sebagai pembeli sekaligus pemilik kendaraan mewah tersebut, lengkap dengan kewajiban pajak, meskipun ia mengaku tidak pernah melakukan transaksi pembelian.

Peristiwa ini bermula pada 2 April 2026 saat Rizal menerima panggilan dari nomor tak dikenal. Penelepon meminta data pribadi seperti KTP dengan alasan untuk keperluan pembelian mobil milik atasannya.

Merasa janggal, Rizal langsung menolak. Namun, pelaku kembali menghubungi hanya berselang 14 menit dan mencoba membujuk dengan iming-iming uang sebesar Rp 5 juta. Rizal tetap bergeming dan menolak memberikan data pribadinya.

Kejutan datang pada 13 April 2026 ketika perangkat desa memberi tahu bahwa namanya tercatat dalam transaksi pembelian mobil Ferrari. Awalnya, Rizal mengira kabar tersebut hanya candaan.

Namun, setelah mendatangi kantor Samsat untuk memastikan, ia mendapati bahwa data tersebut benar adanya.

Dalam dokumen resmi, Rizal tercatat sebagai pemilik kendaraan sekaligus pihak yang bertanggung jawab atas pajak mobil mewah tersebut.

Lakukan Pemblokiran dan Lapor Polisi

Pihak Samsat menyarankan Rizal segera melakukan pemblokiran data kendaraan guna menghindari potensi masalah hukum maupun beban pajak di masa mendatang. Proses pemblokiran dilakukan menggunakan identitas asli serta verifikasi wajah melalui aplikasi resmi.

-
MAKTRATAP! Guru Honorer di Kuningan Kaget Namanya Dicatut Beli Ferrari Seharga Rp4,2 Miliar, Polisi Selidiki Dugaan Pemalsuan Data. (KlikSoloNews/dok)

Sebagai guru honorer, Rizal menegaskan tidak mungkin secara finansial mampu membeli mobil seharga miliaran rupiah. Khawatir akan dampak hukum, ia pun melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.

Laporan tersebut telah diterima Polres Kuningan. Kasat Reskrim, Abdul Aziz, menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan penyelidikan terkait dugaan pemalsuan identitas.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menjaga data pribadi. Penyalahgunaan identitas dapat menimbulkan konsekuensi hukum dan finansial yang serius bagi korban.

Masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal, terutama melalui sambungan telepon atau pesan yang mencurigakan.(KS01)

Tags

Terkini