gaya-hidup

Viral Rumah Dibongkar Ekskavator di Ngawi, Ternyata Dipicu Kisah Asmara Gagal

KS1
Rabu, 15 April 2026 | 11:30 WIB
Viral Rumah Dibongkar Ekskavator di Ngawi, Ternyata Dipicu Kisah Asmara Gagal. (KlikSoloNews/dok)

NGAWI, KLIKSOLONEWS.COM – Sebuah video pembongkaran rumah menggunakan alat berat mendadak viral di media sosial.


Viral rumah dibongkar ekskavator di Ngawi tersebut terjadi di Desa Dumplengan, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dan menarik perhatian publik karena latar belakangnya yang tidak biasa.


Video yang diunggah akun TikTok itu menampilkan proses pembongkaran rumah menggunakan ekskavator. Narasi yang menyertai video menyebutkan bahwa kejadian tersebut berkaitan dengan kisah seorang tenaga kerja wanita (TKW).


Kapolsek Pitu, AKP Basuki, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa pembongkaran rumah dipicu oleh persoalan hubungan antara seorang pria warga setempat dengan perempuan yang bekerja di luar negeri.


Menurutnya, hubungan keduanya telah terjalin cukup lama dan bahkan sempat berencana menikah. Selama masa hubungan tersebut, pihak perempuan mengirimkan sejumlah uang yang kemudian digunakan untuk membangun rumah di atas tanah milik sang pria.


Rumah itu rencananya akan menjadi tempat tinggal bersama setelah mereka menikah. Namun, setelah bertemu secara langsung dan menjalani hubungan lebih lanjut, keduanya memutuskan untuk tidak melanjutkan ke jenjang pernikahan.


“Awalnya memang ada rencana menikah, tapi setelah dijalani ternyata tidak ada kecocokan,” jelas Basuki.


Akibat batalnya rencana tersebut, pihak perempuan meminta agar rumah yang dibangun dari uangnya dibongkar. Permintaan itu kemudian dibahas melalui musyawarah di tingkat desa.


Hasilnya, kedua belah pihak sepakat untuk membongkar bangunan tersebut. Proses pembongkaran dilakukan menggunakan ekskavator, sementara material bangunan dikembalikan kepada pihak perempuan. Adapun lahan tempat berdirinya rumah tetap menjadi milik pihak pria.


Pihak kepolisian memastikan bahwa persoalan ini telah diselesaikan secara kekeluargaan tanpa adanya laporan resmi.


“Sudah dimediasi di desa dan disepakati bersama. Tidak ada laporan ke polisi,” tegasnya.(ks01)

Tags

Terkini