gaya-hidup

GERAM! Viral Pungli di Pantai Carita, Wisatawan Jakarta Diminta “Uang Kebersihan” Tambahan

KS1
Rabu, 25 Maret 2026 | 10:30 WIB
GERAM! Viral Pungli di Pantai Carita, Wisatawan Jakarta Diminta “Uang Kebersihan” Tambahan. (KlikSoloNews/dok)

BANTEN, KLIKSOLONEWS.COM - Kasus dugaan pungutan liar (pungli) kembali mencoreng destinasi wisata favorit di Banten. Sebuah keluarga asal Jakarta mengaku menjadi korban pungli saat berlibur di Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang.

Kejadian pungli di Pantai Carita tersebut viral di media sosial pada Maret 2026 dan memicu kemarahan warganet.

Berdasarkan pengakuan korban, mereka telah membayar tiket masuk sebesar Rp50.000 per orang serta biaya parkir mobil Rp20.000.

Namun, situasi berubah ketika seorang pria berseragam yang diduga oknum pengelola mendatangi mereka dan meminta tambahan biaya yang disebut sebagai “uang kebersihan”.

Korban pun mempertanyakan kejelasan pungutan tersebut, termasuk apakah biaya itu resmi dan masuk dalam sistem pengelolaan kawasan wisata.

Namun, oknum tersebut disebut memberikan jawaban tidak jelas dan terkesan mengelak. Bahkan, ia disebut menunjukkan sikap emosional saat diminta penjelasan lebih lanjut.

Kejadian ini kembali memicu sorotan publik terhadap praktik pungli di kawasan wisata, khususnya di Pantai Carita yang sebelumnya juga pernah menjadi perbincangan.

Dalam beberapa tahun terakhir, tepatnya 2023 hingga 2025, sempat viral kasus pungutan di jembatan bambu dengan tarif Rp5.000 per orang. Kasus tersebut akhirnya ditindak aparat dan praktiknya dibongkar.

Maraknya dugaan pungli dinilai dapat merusak citra pariwisata daerah dan menurunkan minat wisatawan. Padahal, Pantai Carita dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan di Banten yang kerap ramai dikunjungi wisatawan lokal, terutama dari Jakarta dan sekitarnya.

Masyarakat pun berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum bertindak tegas untuk memberantas praktik pungli, sekaligus memperbaiki sistem pengelolaan wisata agar lebih transparan.

Wisatawan diimbau untuk selalu meminta bukti pembayaran resmi serta melaporkan jika menemukan pungutan yang tidak jelas. Transparansi dan pengawasan menjadi kunci untuk menciptakan pengalaman wisata yang aman dan nyaman bagi semua pihak.(KS01)

Tags

Terkini