gaya-hidup

Kisah Inspiratif Trifena Lidia: Dari Nol hingga Jadi Rujukan, Clouds Beauty Studio Bertahan dan Berkembang di Tengah Persaingan Ketat

KS1
Rabu, 18 Maret 2026 | 16:37 WIB
Kisah Inspiratif Trifena Lidia: Dari Nol hingga Jadi Rujukan, Clouds Beauty Studio Bertahan dan Berkembang di Tengah Persaingan Ketat. (KlikSoloNews/dok)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM –Kisah Inspiratif Trifena Lidia, dari nol hingga jadi rujukan, Clouds Beauty Studio bertahan dan berkembang di tengah persaingan ketat.

Di tengah menjamurnya bisnis kecantikan dengan persaingan harga yang semakin agresif, tidak banyak brand yang mampu bertahan lama sekaligus mempertahankan kualitas. Namun, hal berbeda justru ditunjukkan oleh Clouds Beauty Studio di Solo.

Sejak berdiri pada 2018, brand ini tetap eksis dan terus memiliki basis pelanggan yang kuat, meski industri beauty studio kerap diwarnai perang harga. Konsistensi dalam menjaga kualitas layanan menjadi kunci utama yang membuat Clouds tetap dipercaya hingga kini.

Di balik kesuksesan tersebut, ada sosok Trifena Lidia yang memilih jalan hidup berbeda. Ia meninggalkan zona nyaman dan memutuskan mengejar passion di dunia kecantikan, khususnya nail art. Keputusan itu tidak mudah, bahkan sempat mendapat penolakan dari keluarga.

Dengan tekad kuat, Lidia memulai segalanya dari nol. Ia rela menghabiskan seluruh tabungannya, bahkan menjual satu-satunya motor demi mengikuti kursus nail art selama tujuh hari di Bali. Modal nekat itulah yang kemudian menjadi awal perjalanan bisnisnya.

Saat itu, tren nail art—terutama berbasis gel—belum berkembang di Kota Solo. Layanan tersebut masih lebih dikenal di kota besar seperti Bali, Jakarta, dan Surabaya. Kondisi ini justru dilihat Lidia sebagai peluang.

Awal merintis usaha bukan perkara mudah. Ia harus mengerjakan semuanya sendiri, mulai dari melayani pelanggan, melakukan treatment, hingga membersihkan alat.

"Jam kerjanya pun tidak menentu, dari pagi hingga larut malam, demi membangun kepercayaan pelanggan," kenang Lidia.

Perlahan namun pasti, usahanya mulai menunjukkan hasil. Titik balik terjadi ketika seorang selebgram lokal datang dan membagikan pengalamannya. Sejak saat itu, Clouds Beauty Studio mulai dikenal luas dan jumlah pelanggan meningkat pesat.

Melihat peluang yang semakin besar, Lidia kemudian mengembangkan konsep bisnisnya. Ia menghadirkan Clouds sebagai one stop beauty studio, yaitu tempat perawatan kecantikan dengan layanan lengkap dalam satu lokasi—mulai dari nail art hingga berbagai treatment lainnya.

Konsep ini menjadikan Clouds sebagai salah satu pelopor beauty studio terlengkap di Solo. Bahkan, tidak sedikit brand lain yang kemudian mengadopsi konsep serupa.

Di tengah persaingan yang semakin ketat, Clouds tetap mampu mempertahankan posisinya. Reputasinya pun terus meningkat, termasuk menjadi salah satu beauty studio dengan ulasan terbaik di platform pencarian online.

"Tak hanya pelanggan lokal, Clouds juga kerap dikunjungi wisatawan mancanegara. Hal ini menjadi bukti kualitas layanan yang ditawarkan mampu bersaing di tingkat lebih luas," tuturnya.

Kini, bisnis yang dulu dirintis seorang diri itu telah berkembang. Lidia telah memiliki tim dengan 16 karyawan yang membantunya menjalankan operasional sehari-hari.

Perjalanan panjang tersebut membuktikan bahwa keberanian mengambil risiko, konsistensi, dan fokus pada kualitas dapat membawa sebuah brand bertahan bahkan tumbuh di tengah persaingan industri yang ketat.

Tak hanya pelanggan lokal, Clouds juga banyak dikunjungi pelanggan mancanegara yang mempercayakan perawatan kecantikan mereka.

Kini, Lidia telah mempekerjakan sembilan karyawan dan tidak lagi bekerja sendiri seperti di awal merintis usaha.

“Sekarang Puji Tuhan, saya bisa mencukupi kebutuhan dan menjadi tulang punggung keluarga,” tutupnya. (ks01)

Tags

Terkini