SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Media sosial kembali diramaikan tren unik di kalangan anak muda selama bulan Ramadan 2026. Kali ini, tren yang dikenal dengan sebutan “Nderek Ibu” viral di berbagai platform seperti TikTok dan Instagram.
Tren ini banyak dilakukan oleh wanita berhijab saat momen buka puasa bersama (bukber). Mereka berpose dengan cara menarik kain jilbab hingga menutupi sebagian wajah, khususnya hidung dan mulut, sehingga hanya bagian mata yang terlihat.
Di media sosial, foto dan video pendek dengan pose tersebut kini ramai menggunakan tagar #iizziinn. Unggahan yang memperlihatkan sekelompok perempuan berhijab berpose kompak dengan gaya tersebut pun mulai memenuhi lini masa dan menuai berbagai reaksi dari netizen.
Asal Usul Tren Nderek Ibu
Banyak warganet awalnya penasaran dengan asal-usul pose yang mendadak viral tersebut. Ternyata, tren ini berkaitan dengan momen kemunculan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, ketika memenuhi panggilan di gedung milik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Saat itu, gaya berpakaian Fadia Arafiq menjadi sorotan media. Ia terlihat menarik kerudung hingga menutupi sebagian besar wajahnya ketika berada di kompleks kantor KPK yang dikenal dengan sebutan Gedung Merah Putih.
Momen tersebut kemudian viral di media sosial dan memicu berbagai meme serta parodi dari netizen.
Istilah “Nderek Ibu” sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti “ikut ibu”. Ungkapan ini kemudian digunakan sebagai bentuk candaan atau sindiran ringan terhadap momen tersebut.
Momentum Ramadan 2026 membuat tren ini semakin cepat menyebar. Banyak kelompok pertemanan memanfaatkan momen buka puasa bersama untuk membuat foto atau video dengan gaya serupa.
Pose tersebut dianggap lucu dan cocok dijadikan konten media sosial saat berkumpul bersama teman-teman.
“Awalnya cuma lihat di FYP, kok lucu. Akhirnya pas bukber bareng teman-teman SMA, kita coba foto gaya ‘Nderek Ibu’ ini pakai tagar #iizziinn. Ternyata emang seru buat seru-seruan aja,” tulis salah satu netizen di kolom komentar unggahan viral.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana peristiwa yang awalnya serius bisa berubah menjadi konten kreatif di tangan netizen Indonesia. Kreativitas sekaligus selera humor warganet kerap membuat berbagai kejadian di ruang publik berkembang menjadi tren viral di media sosial.(KS01)