BOYOLALI, KLIKSOLONEWS.COM - Desa Tarubatang merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis, desa ini berada di lereng Gunung Merbabu dengan luas wilayah kurang lebih 380 hektare.
Letaknya yang berada di kawasan pegunungan menjadikan Desa Tarubatang memiliki udara yang sejuk, tanah yang subur, serta panorama alam yang asri dan memanjakan mata. Sebagian besar masyarakat Desa Tarubatang bermata pencaharian sebagai petani.
Komoditas pertanian yang dibudidayakan didominasi oleh berbagai jenis sayuran, seperti kubis, wortel, cabai, dan tanaman hortikultura lainnya.
Hamparan ladang sayuran yang membentang luas tidak hanya menjadi sumber utama penghidupan warga, tetapi juga menghadirkan pemandangan alam yang indah dan tertata secara alami. Kondisi ini menjadikan Desa Tarubatang memiliki potensi besar dalam sektor pertanian sekaligus agrowisata.
Selain sektor pertanian, Desa Tarubatang juga memiliki berbagai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dikelola oleh masyarakat setempat.
Produk-produk UMKM tersebut meliputi olahan hasil pertanian, makanan tradisional, kerajinan tangan, serta produk kreatif lainnya yang memiliki nilai jual dan daya saing.
Keberadaan UMKM ini berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membuka lapangan pekerjaan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.
Di samping itu, Desa Tarubatang juga memiliki sejumlah destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Keindahan alam pegunungan, suasana pedesaan yang tenang, serta kearifan lokal masyarakat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Potensi wisata ini, apabila dikelola secara optimal dan profesional, dapat menjadi salah satu penggerak utama perekonomian desa melalui peningkatan kunjungan wisatawan dan pengembangan ekonomi kreatif.
Dengan potensi alam yang melimpah, dukungan sektor pertanian yang kuat, serta berkembangnya UMKM dan destinasi wisata, Desa Tarubatang memiliki peluang besar untuk terus berkembang sebagai desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.
Berikut kami rangkum beberapa UMKM dan destinasi wisata unggulan yang terdapat di Desa Tarubatang sebagai bentuk pengenalan potensi lokal kepada masyarakat luas.
1. Mie Sayuran
Mie berbahan sayuran. Sebagian besar masyarakat Desa Tarubatang berprofesi sebagai petani. Komoditas yang dibudidayakan umumnya berupa tembakau serta berbagai jenis sayuran, dengan pola tanam yang menyesuaikan kondisi musim.
-
Pada musim tertentu, hasil panen sayuran melimpah. Namun demikian, harga jual sayuran di pasaran tidak selalu stabil. Fluktuasi harga yang tajam kerap menyebabkan petani mengalami kerugian, terutama ketika hasil panen melimpah tetapi daya serap pasar rendah.
Berangkat dari kondisi tersebut, muncul gagasan untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian agar tidak semata-mata bergantung pada penjualan dalam bentuk bahan mentah.
Inovasi yang dikembangkan adalah pengolahan sayuran menjadi mie instan berbahan dasar sayuran. Produksi mie instan ini dilaksanakan Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Tarubatang dengan memanfaatkan sayuran yang tidak terjual atau memiliki kualitas visual yang kurang memenuhi standar pasar, tetapi tetap layak konsumsi.
Langkah ini tidak hanya mengurangi potensi kerugian, tetapi juga mendorong pemanfaatan hasil panen secara lebih optimal.
Produk mie sayuran yang dihasilkan memiliki tiga varian rasa, yaitu wortel, sawi, dan bit. Setiap bungkus dijual dengan harga sekitar Rp5.000,00 dan berisi tiga keping mie. Produk ini memiliki daya simpan kurang lebih satu bulan apabila disimpan dalam kondisi yang baik dan sesuai anjuran.
Keberadaan inovasi mie sayuran ini menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat desa, khususnya perempuan melalui Kelompok Wanita Tani (KWT), sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga. Selain memberikan nilai tambah pada komoditas pertanian, produk ini juga menjadi alternatif pangan yang lebih beragam bagi konsumen.
Bagi Anda yang berminat untuk memesan produk mie sayuran produksi Desa Tarubatang, pemesanan dapat dilakukan dengan menghubungi Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Tarubatang melalui nomor 0878-3646-8828.
2. Jalan Tompak-Surodadi
Pemandangan Jalan Tomsu. Jalan Tompak–Surodadi merupakan akses penghubung antara Dusun Tompak dan Dusun Surodadi. Selain berfungsi sebagai jalur transportasi warga, jalan ini juga memiliki daya tarik tersendiri dari segi keindahan alamnya.
-
Sepanjang ruas jalan, pengunjung dapat menikmati panorama megah Gunung Merapi dan Gunung Merbabu yang tampak berdiri kokoh di kejauhan, berpadu dengan hamparan ladang pertanian yang luas dan tertata rapi.
Udara pegunungan yang sejuk serta suasana pedesaan yang tenang menjadikan kawasan ini terasa asri dan menenangkan.
Kombinasi antara bentang alam, aktivitas pertanian masyarakat, serta lanskap pegunungan menciptakan pemandangan yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga memberikan pengalaman yang menyegarkan bagi siapa pun yang melintasinya.
Bagi Anda yang berencana berkunjung, waktu yang disarankan adalah pada pagi hari ketika langit cerah dan sinar matahari masih lembut, sehingga panorama pegunungan terlihat lebih jelas. Selain itu, sore hari menjelang matahari terbenam juga menjadi momen yang tepat, karena cahaya senja menghadirkan nuansa hangat yang memperindah siluet gunung dan hamparan ladang di sekitarnya.
3. Paralayang Dusun Surodadi
Dusun Surodadi terdapat salah satu daya tarik wisata yang memacu adrenalin, yaitu wisata paralayang. Aktivitas ini berlokasi di Bukit Surodadi, Dukuh Surodadi, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
-
Kawasan ini memiliki posisi yang strategis karena menyuguhkan panorama alam yang luas dan terbuka, dengan latar belakang megah Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Selain pemandangan pegunungan, wisatawan juga dapat menikmati hamparan ladang pertanian yang membentang luas dari ketinggian.
Melalui wisata paralayang ini, pengunjung akan merasakan sensasi terbang di udara dengan jarak tempuh sekitar 1,5 hingga 2 kilometer.
Dari atas ketinggian, keindahan bentang alam Desa Tarubatang dapat terlihat secara menyeluruh, menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menantang, tetapi juga memanjakan mata.
Aspek keamanan menjadi prioritas dalam pelaksanaan wisata ini. Setiap wisatawan akan didampingi oleh instruktur atau pemandu yang berpengalaman dan terlatih.
Peralatan yang digunakan telah memenuhi standar keamanan yang berlaku, serta kegiatan ini telah memiliki sertifikasi resmi. Dengan demikian, pengunjung tidak perlu merasa khawatir ketika mencoba wahana paralayang tersebut.
Bagi Anda yang tertarik untuk menikmati pengalaman paralayang di Desa Tarubatang, biaya yang perlu disiapkan adalah sebesar Rp300.000,00 per orang. Wisata ini menjadi salah satu pilihan yang tepat bagi pencinta petualangan sekaligus penikmat keindahan alam pegunungan.
4. Pendakian Merbabu Via Selo
Gunung Merbabu memiliki beberapa titik basecamp pendakian yang dapat diakses oleh wisatawan, salah satunya adalah jalur via Selo.
-
Jalur ini merupakan rute yang paling populer dan banyak diminati oleh para pendaki karena menawarkan bentang sabana yang luas, vegetasi pegunungan yang indah, serta karakter jalur yang relatif lebih landai dibandingkan rute lainnya.
Kondisi tersebut menjadikan jalur via Selo cocok bagi pendaki pemula maupun mereka yang baru pertama kali melakukan pendakian.
Sepanjang perjalanan, pendaki akan disuguhi pemandangan megah Gunung Merapi yang tampak jelas dari beberapa titik. Puncak Gunung Merbabu sendiri berada pada kisaran 3.142–3.145 meter di atas permukaan laut (mdpl), dan dari ketinggian tersebut tersaji panorama alam yang luas dan menawan, terutama saat cuaca cerah.
Bagi Anda yang berencana melakukan pendakian untuk pertama kalinya, tidak perlu merasa khawatir.
Sebelum memulai pendakian, petugas akan memberikan pengarahan (briefing) yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai keselamatan, tata tertib, serta prosedur selama berada di kawasan pendakian. Jalur via Selo juga tergolong ramai, terutama pada akhir pekan dan musim libur, sehingga suasana pendakian terasa lebih hidup.
Di sekitar basecamp dan jalur awal pendakian tersedia beberapa warung serta penyedia jasa penyewaan perlengkapan mendaki. Fasilitas ini dapat membantu pendaki yang membutuhkan tambahan logistik atau perlengkapan tertentu.
Sebagai bagian dari ketentuan resmi pengelolaan kawasan, setiap pendaki diwajibkan memiliki akun pada sistem pendaftaran daring Taman Nasional Gunung Merbabu sebelum melakukan pendakian.
Selain itu, pendaki juga wajib melapor kembali (wajib lapor turun) setelah selesai melakukan pendakian sebagai bentuk konfirmasi keselamatan dan pendataan resmi. Ketentuan ini diberlakukan demi menjaga keamanan pendaki serta kelestarian kawasan konservasi.
Untuk informasi lebih lanjut anda dapat mengakses website resmi taman nasional Gunung Merbabu : https://tngunungmerbabu.org/. (Shovin Fikrian Anturida – Ketua KKN 17 UNS 2026/ks01)