JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM — Seorang pengguna Shopee mengaku menghapus akun secara permanen setelah merasa dirugikan sistem dan kebijakan layanan pelanggan (customer service/CS) platform e-commerce tersebut.
Kisah ini viral usai dibagikan melalui akun Threads @ddokiii, yang mengungkap telah menghabiskan total transaksi hingga Rp172.934.500 selama bertahun-tahun berbelanja di Shopee.
Dalam unggahannya, pengguna tersebut menyampaikan perpisahan emosional dengan Shopee. Ia mengaku sebagai pelanggan loyal dengan badge Platinum, namun akhirnya memilih “bercerai” dengan platform tersebut karena merasa dipermainkan oleh sistem dan tidak mendapatkan perlindungan sebagai konsumen.
“Sebagai pelanggan loyal dengan badge Platinum, aku minta cerai. Kamu mengabaikanku dan aku rugi Rp8,5 juta + waktu + energi,” tulisnya.
Kronologi pengguna Shopee hapus akun, berawal dari pesanan kado pernikahan. Permasalahan bermula pada 2 Januari 2026, saat ia memesan kado pernikahan untuk sahabatnya melalui Shopee.
Salah satu barang yang dipesan adalah logam mulia (LM). Awalnya, ia mengira estimasi pengiriman berada pada rentang 11–13 Januari 2026, sehingga masih sesuai dengan jadwal acara.
Namun beberapa jam setelah transaksi, ia baru menyadari bahwa estimasi pengiriman sebenarnya tercantum 11–13 Februari 2026. Menyadari kesalahan tersebut, ia langsung mengajukan pembatalan pesanan sekitar lima jam setelah checkout.
Permintaan pembatalan itu ditolak oleh penjual dengan alasan barang telah disiapkan untuk dikirim ke jasa pengiriman, meskipun status produk masih tercantum pre-order.
“LOH, apanya yang mau dikirim kalau barangnya belum ada?” tulisnya mempertanyakan.
Paket Tetap Dikirim, Pengajuan Pengembalian Gagal
Karena kado dibutuhkan segera, ia akhirnya membeli produk serupa dari penjual lain dan mengirimkannya menggunakan layanan instan. Acara pernikahan sahabatnya pun berjalan lancar.
Masalah kembali muncul ketika paket dari pesanan pertama tetap dikirim ke alamatnya. Dalam kondisi paket masih tersegel, ia langsung mengajukan pengembalian barang melalui aplikasi Shopee setelah berkonsultasi dengan live chat CS.
Ia mencoba berbagai alasan pengembalian, mulai dari berubah pikiran hingga barang tidak sesuai, namun seluruh pengajuan pengembalian ditolak tanpa penjelasan yang dianggap memadai. Hingga akhirnya, sistem Shopee melepaskan dana ke pihak penjual tanpa adanya refund.
“Lalu apa guna Platinum-ku?” tulisnya dengan nada kecewa.
Merasa kelelahan secara mental dan emosional, pengguna tersebut akhirnya memutuskan untuk menghapus akun Shopee secara permanen. Ia menilai sistem serta standar operasional prosedur (SOP) yang ada justru dijadikan tameng dan berpotensi merugikan konsumen.
“Ngumpet di balik aturan untuk ambil hak orang lain jelas nggak bener. Rasanya jadi korban, itu sakit banget,” tulisnya.
Ia juga menyampaikan kritik bahwa aturan seharusnya dapat dievaluasi dan diubah apabila tidak lagi melindungi keadilan bagi pengguna.
Unggahan tersebut menuai beragam respons dari warganet. Banyak pengguna lain mengaku pernah mengalami pengalaman serupa, khususnya terkait refund, pembatalan pesanan, dan produk bernilai tinggi di platform e-commerce.
Hingga artikel ini ditulis, Shopee Indonesia belum memberikan pernyataan resmi terkait unggahan viral tersebut.(ks01)