gaya-hidup

Super Flu Tak Perlu Disikapi Panik, Pakar Imbau Perkuat Imunitas Alami

KS1
Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:00 WIB
Super Flu Tak Perlu Disikapi Panik, Pakar Imbau Perkuat Imunitas Alami. (KlikSoloNews/dok)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM — Isu mengenai super flu yang belakangan ramai diperbincangkan publik dinilai tidak perlu disikapi dengan kepanikan berlebihan. Masyarakat justru diminta fokus pada upaya memperkuat daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat.

Profesor Patologi Anatomi sekaligus pendiri dan Direktur Stem Cell and Cancer Research (SCCR) Indonesia, Prof Dr dr Agung Putra MSiNMed, menegaskan tubuh manusia sejatinya telah dibekali sistem pertahanan alami untuk melawan virus.

“Tubuh manusia memiliki dua sistem imunitas, yaitu sistem imun bawaan dan sistem imun adaptif. Keduanya bekerja saling melengkapi dalam menghadapi serangan virus,” ujar Prof. Agung.

Menurutnya, sistem imun bawaan berperan sebagai garis pertahanan pertama yang langsung menyergap dan menghancurkan virus yang masuk ke dalam tubuh. Sementara sistem imun adaptif memiliki kemampuan memori, sehingga dapat mengenali dan melawan kembali virus yang sama di kemudian hari.

Prof. Agung menekankan bahwa kunci utama menghadapi ancaman penyakit bukanlah kepanikan, melainkan pemberdayaan sistem imun secara berkelanjutan.

Salah satu faktor penting yang kerap diabaikan adalah kondisi psikologis. Stres berkepanjangan, kata dia, terbukti dapat menurunkan daya tahan tubuh dan membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi.

“Menjaga pikiran tetap tenang itu sangat penting. Stres berlebih justru melemahkan sistem pertahanan tubuh,” jelasnya.

Selain itu, asupan makanan sehat juga menjadi fondasi utama. Prof. Agung menyarankan masyarakat memanfaatkan bahan pangan lokal yang kaya kandungan herbal dan antioksidan, seperti sambiloto, brotowali, kunyit, dan kembang lawang, yang sejak lama dikenal berkhasiat meningkatkan imunitas.

Puasa dan Anti-Aging Secara Alami

Dalam kesempatan tersebut, Prof Agung juga menyinggung tren panjang umur dan anti-aging yang belakangan banyak diminati. Secara ilmiah, proses penuaan berkaitan dengan pemendekan telomer, yakni ujung DNA yang berfungsi melindungi materi genetik.

-
Profesor Patologi Anatomi sekaligus pendiri dan Direktur Stem Cell and Cancer Research (SCCR) Indonesia, Prof Dr dr Agung Putra MSiNMed. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

Seiring bertambahnya usia, telomer akan terus memendek hingga sel mengalami kematian terprogram. Meski usia manusia tetap berada dalam ketentuan Tuhan, Prof. Agung menyebut sains memungkinkan manusia memperpanjang usia produktif.

“Hasil riset di SCCR Indonesia menunjukkan beberapa herbal mampu menangkal radikal bebas yang mempercepat penuaan sel,” ungkapnya.

Selain itu, puasa atau fasting juga terbukti memicu proses autofagi, yakni mekanisme alami tubuh untuk membersihkan sel-sel rusak dan menggantinya dengan sel baru yang lebih sehat.

Prof Agung menegaskan bahwa menjaga kesehatan sejatinya tidak memerlukan cara yang rumit atau berlebihan.

“Tidak perlu aneh-aneh. Pola hidup sehat, konsumsi makanan alami, menjaga pikiran tetap tenang, dan berpuasa sebenarnya sudah diajarkan sejak lama oleh nenek moyang kita,” tuturnya.

Ia berharap masyarakat dapat menyikapi isu super flu dengan bijak, tidak mudah panik, serta lebih fokus pada upaya menjaga kesehatan agar tetap sehat, bugar, dan produktif hingga usia lanjut.(ks01)

Tags

Terkini