PARIS, KLIKSOLONEWS.COM — Sentuhan kreatif Jonathan Anderson sebagai desainer dengan karakter playful kembali mencuri perhatian dalam koleksi debutnya sebagai Direktur Kreatif Dior.
Tak hanya fokus pada busana, Anderson juga menghadirkan deretan aksesori unik yang langsung menjadi sorotan pecinta mode global.
Dalam koleksi perdananya untuk rumah mode asal Prancis tersebut, Jonathan Anderson merancang bag charm dan bros dengan konsep yang jauh dari kesan konvensional.
Ia memilih inspirasi tak terduga berupa meteran jahit, sebuah simbol yang lekat dengan dunia fesyen dan proses kreatif.
Alih-alih mempertahankan bentuk aslinya, meteran tersebut diolah menjadi berbagai bentuk artistik, mulai dari siput, bunga, hingga kuda.
Seluruh aksesori dibuat dari material premium seperti kulit, logam, dan brass, mencerminkan kemewahan khas Dior namun tetap sarat unsur eksperimental.
Pendekatan ini mempertegas identitas Jonathan Anderson yang dikenal berani bermain dengan bentuk dan makna, sekaligus membawa nuansa segar ke dalam estetika klasik Dior.
Sentuhan Warisan Christian Dior
Tak hanya menonjolkan kreativitas personal, Anderson juga memberi penghormatan pada sejarah Dior dengan menyematkan bunga lily of the valley dalam koleksi aksesori tersebut. Bunga ini telah lama dikenal sebagai lucky charm Christian Dior, sang pendiri rumah mode legendaris tersebut.
Perpaduan antara elemen ikonik Dior dan eksplorasi desain modern menjadikan koleksi ini sebagai simbol transisi kreatif yang halus namun berani.
Koleksi aksesori debut Jonathan Anderson untuk Dior kini sudah tersedia melalui situs resmi Dior. Untuk memilikinya, penggemar fesyen perlu menyiapkan dana dengan harga mulai dari Rp16 jutaan, tergantung model dan detail desain.
Kehadiran aksesori ini menandai babak baru Dior di bawah arahan Jonathan Anderson—menggabungkan warisan, kemewahan, dan sisi playful dalam satu pernyataan gaya.(KS01)