gaya-hidup

Monumen Patung Macan Putih Kediri Viral, Kades Balongjeruk Berikan Penjelasan

KS1
Sabtu, 27 Desember 2025 | 22:39 WIB
Monumen Patung Macan Putih Kediri Viral, Kades Balongjeruk Berikan Penjelasan. (KlikSoloNews/Benediktus Candra)

KEDIRI, KLIKSOLONEWS.COM – Monumen Patung Macan Putih yang berdiri di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, mendadak viral dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Wujud patung yang dinilai sebagian warganet kurang proporsional memicu beragam komentar, mulai dari kritik hingga sindiran. KlikSoloNews yang menyaksikan sendiri di lokasi juga sepakat dengan netizen jika bentuk patung Macan Putih viral kurang proporsional.

Menanggapi polemik tersebut, Pemerintah Desa Balongjeruk akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait latar belakang pembangunan monumen, filosofi pemilihan ikon Macan Putih, hingga sumber pendanaannya.

Kepala Desa Balongjeruk, Safii, menjelaskan bahwa pembangunan Monumen Patung Macan Putih merupakan hasil usulan masyarakat yang dibahas dalam forum musyawarah desa. Musyawarah tersebut melibatkan pemerintah desa, lembaga desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

“Dalam musyawarah desa, masyarakat sepakat membangun monumen dengan ikon Macan Putih,” ujar Safii, Sabtu (27/12/2025).

Safii menuturkan, pemilihan Macan Putih sebagai ikon desa bukan tanpa alasan. Menurut cerita tutur para sesepuh, Macan Putih memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Desa Balongjeruk.

“Berdasarkan cerita para leluhur, Macan Putih diyakini sebagai hewan peliharaan yang dahulu membabat atau membuka wilayah Desa Balongjeruk,” jelasnya.

Terkait anggaran, Safii menegaskan pembangunan monumen tersebut tidak menggunakan dana desa. Seluruh biaya pembangunan murni berasal dari dana pribadi dirinya sebagai kepala desa.

“Perlu kami tegaskan, tidak ada dana desa yang digunakan. Semua biaya berasal dari dana pribadi saya,” tegas Safii.

-
Monumen Patung Macan Putih Kediri Viral, Kades Balongjeruk Berikan Penjelasan. (KlikSoloNews/Benediktus Candra)

Ia memaparkan, total anggaran pembangunan patung Macan Putih mencapai Rp3,5 juta, dengan rincian Rp2 juta untuk biaya borongan pembuatan patung dan Rp1,5 juta untuk pembelian material.

Menanggapi kritik masyarakat terkait bentuk patung yang dinilai belum sesuai ekspektasi, Pemerintah Desa Balongjeruk menyatakan sikap terbuka dan siap melakukan evaluasi.

“Kami menyadari bentuk patung saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan desain awal. Ke depan, kami berkomitmen melakukan perbaikan,” ungkapnya.

Pemerintah desa juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan masukan dan kritik konstruktif demi penyempurnaan monumen sebagai ikon Desa Balongjeruk.

Selain itu, Safii berharap adanya arahan dan masukan dari Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, agar Monumen Patung Macan Putih tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mampu merepresentasikan sejarah desa secara utuh.

“Kami berharap monumen ini nantinya bisa menjadi ikon dan kebanggaan bersama masyarakat Desa Balongjeruk,” pungkasnya.(KS01)

Tags

Terkini