gaya-hidup

Viral! Guru Hapus Makeup Siswi yang Berlebihan Tuai Pujian dari Warganet

KS1
Rabu, 19 November 2025 | 09:00 WIB
Viral! Guru Hapus Makeup Siswi yang Berlebihan Tuai Pujian dari Warganet. (KlikSoloNews/dok)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Media sosial dibuat heboh oleh beredarnya video seorang guru perempuan yang menghapus riasan wajah siswinya menggunakan tisu basah.

Aksi yang terekam di SMAN 1 Bergas, Kabupaten Semarang, itu memunculkan perdebatan publik antara dukungan terhadap disiplin sekolah dan kritik terkait batasan privasi siswa.

Video yang pertama kali viral di Instagram itu menunjukkan guru bernama Hani Puji Astuti meminta siswi dengan riasan menor untuk menghapus alis, lipstik, dan kosmetik lain yang melanggar aturan sekolah.

Dalam unggahan yang beredar, menyertai video tersebut tertulis kalimat: “Tetap menawan tanpa polesan.”

Koordinator Satuan Tugas Pembinaan Kesiswaan (STP2K) SMAN 1 Bergas, Cipta Andy Sulistyawan, menjelaskan kegiatan tersebut bukan bentuk hukuman, melainkan agenda rutin penertiban sesuai tata tertib sekolah.

Menurutnya, riasan yang digunakan beberapa siswi dinilai terlalu berlebihan dan dapat mengganggu fokus belajar. Sekolah juga hanya mengizinkan siswa membawa minyak wangi, sementara kosmetik lain seperti eyeliner, lipstik, atau blush-on masuk kategori pelanggaran.

Humas sekolah, Larasati Saputri, menambahkan video tersebut sebenarnya diambil sekitar satu tahun lalu, namun baru viral setelah diunggah ulang akun lain.

Sekolah pun terbiasa menyediakan tisu basah di pagi hari untuk siswi yang perlu merapikan wajah sebelum masuk kelas.

Guru Hani Tuai Pujian

Sikap halus dan sabar guru PJOK, Hani Puji Astuti, dalam mengarahkan siswi membuat sebagian netizen memberi apresiasi.

Dalam video terlihat murid-murid mengantre sambil bercanda, menandakan suasana berlangsung tanpa ketegangan.

“Ini bentuk edukasi karakter dan disiplin,” tegas Cipta Andy.

Aksi tersebut menuai komentar beragam. Pihak yang mendukung menilai langkah sekolah sudah tepat untuk menjaga lingkungan belajar tetap kondusif dan mencegah siswa berlebihan dalam berdandan.

Pihak yang menolak menganggap tindakan menghapus riasan di depan umum berpotensi memalukan dan melanggar ruang pribadi siswi.

Pihak sekolah menegaskan seluruh aturan telah disepakati bersama orang tua dan bagian dari komitmen pembinaan karakter siswa. (KS01)

Tags

Terkini