gaya-hidup

Kecanduan Gadget Bisa Sebabkan Anak Speech Delay, Orang Tua Harus Waspada!

KS1
Kamis, 7 Agustus 2025 | 13:30 WIB
Kecanduan Gadget Bisa Sebabkan Anak Speech Delay, Orang Tua Harus Waspada. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Di tengah maraknya penggunaan gadget di kalangan anak-anak, kekhawatiran akan dampak negatifnya terhadap perkembangan anak terus meningkat.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa screen time berlebihan dapat memicu keterlambatan bicara (speech delay) dan gangguan perkembangan lainnya.

“Setelah kita skrining, kenapa terlambat bicara? Karena terlampau banyak aktivitasnya itu tidak bermain dengan teman-temannya secara sosial biasa, tetapi menghabiskan waktunya melihat gadget,” ujar Menkes Budi.

Fenomena ini menyoroti pentingnya pengawasan dan pembatasan penggunaan gadget bagi anak-anak, terutama balita dan usia dini yang sedang dalam tahap krusial perkembangan bahasa dan sosial.

Gejala anak kecanduan gadget, Psikolog anak, Saskhya Aulia Prima MPsi, turut menambahkan bahwa kecanduan gadget bisa dikenali dari perubahan perilaku yang mencolok pada anak.

Salah satu indikator awal adalah saat anak tidak berminat melakukan aktivitas lain, seperti mandi, belajar, atau bahkan makan.

“Kalau anak-anak lebih besar seperti tidak mau belajar, terus nggak mau makan. Kewajiban-kewajiban dia terbengkalai semua karena dia maunya on terus di gadgetnya,” jelas Saskhya.

Dampak negatif anak kecanduan gadget:

  • Anak sulit diatur

  • Pola makan terganggu

  • Enggan beribadah

  • Mengabaikan waktu belajar

  • Marah berlebihan saat gadget diambil


Dampak Fisik dan Postur Tubuh

Tidak hanya berdampak pada aspek psikologis dan sosial, penggunaan gawai yang berlebihan juga dapat menimbulkan gangguan fisik.

Menurut laporan Medical News Today, anak dan remaja yang terlalu sering menatap layar ponsel berisiko mengalami masalah postur tubuh karena posisi duduk yang buruk dalam waktu lama.

Dalam konteks yang lebih luas, Menkes Budi juga menyatakan dukungannya terhadap pembatasan usia pengguna media sosial, sejalan dengan upaya pemerintah dalam melindungi anak-anak dari dampak negatif ruang digital.

"Teknologi memang memberi manfaat, tapi juga bisa mengganggu jika digunakan tanpa pengawasan," tambahnya.

Pakar sepakat bahwa peran aktif orang tua menjadi kunci utama dalam menjaga keseimbangan penggunaan teknologi.

Memberikan alternatif kegiatan fisik, interaksi sosial, hingga membangun rutinitas yang sehat bisa membantu anak menghindari jerat kecanduan layar. (KS01)

Tags

Terkini