gaya-hidup

Menjadi Diri Sendiri Butuh Nyali

KS1
Jumat, 27 Juni 2025 | 10:00 WIB
Menjadi Diri Sendiri Butuh Nyali. (KlikSoloNews/dok)

Oleh: Dr Aqua Dwipayana

KLIKSOLONEWS.COM - Banyak orang yang jabatannya tinggi tapi tidak menjadi diri sendiri. Dalam dirinya ada rasa khawatir terutama kehilangan posisinya. Sehingga terkadang bahkan sering ada yang berkata dan bertindak tidak sesuai hati nuraninya.

Alangkah kasihannya mereka yang seperti ini. Dari luar kelihatannya hebat karena jabatannya tinggi. Realitanya tidak mampu menjadi diri sendiri.

Meski memiliki jabatan tinggi namun masih ada atasannya yang lebih berkuasa. Jika tidak sejalan, terancam kehilangan posisinya.

Kesannya jabatan adalah segala-galanya. Tanpa itu, ia tidak menjadi apa-apa. Bahkan membayangkan orang lain tidak menghargainya.

Akibatnya, untuk mempertahankan jabatannya, apa pun akan dilakukannya. Termasuk berucap dan bertingkah laku yang bertentangan dengan nuraninya.

Padahal tidak ada satupun jabatan yang kekal di dunia ini. Semuanya bakal berakhir. Hanya menunggu waktunya tiba. Satu persatu selesai.

Jangankan jabatan, nyawa saja sewaktu-waktu bisa meninggalkan raganya. Seiring dengan itu tugasnya di dunia telah berakhir. Bersiap-siap mempertanggungjawabkan semua tutur kata dan perilakunya selama hidup.

Etika dan Kesantunan Komunikasi

Untuk menjadi diri sendiri membutuhkan nyali. Ada keberanian dalam dirinya mengatakan tidak atas sesuatu hal yang tidak sesuai dengan nurani. Juga berani tidak melaksanakan perintah atasanya. Asal alasan dan argumentasi tepat. Bisa dipertanggungjawabkan.

Paling utama melakukannya dengan etika dan kesantunan komunikasi. Tidak demonstratif. Berusaha untuk tidak menyinggung orang lain terutama atasan yang mungkin tidak sejalan dengan dirinya.

Pasti ada konsekuensinya jika tidak sejalan dengan atasan. Terburuk adalah diberhentikan dari jabatannya. Harus siap mental menghadapinya.

Mereka yang imannya kuat dan dekat TUHAN, tidak khawatir dengan konsekuensi kehilangan jabatan karena mengikuti hati nuraninya. Bahkan ada kepuasan batin karena berani mengatakan apa adanya dan tidak terjerumus pada hal-hal negatif yang akhirnya kelak bisa merepotkan dirinya sendiri.

Saat mengetahui hikmah dari ketegasan sikapnya itu, sesuai dengan nurani, bersyukur kepada TUHAN karena telah menyelamatkan dirinya dari hal-hal yang negatif. Menambah keyakinannya untuk terus konsisten melakukan hal serupa hingga akhir hayatnya.

>>> Dari Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia Jakarta, saya ucapkan selamat berusaha menjadi diri sendiri dengan selalu mengutamakan hati nurani. Salam hormat buat keluarga. 18.30 26062025<<< (KS01)

Tags

Terkini