gaya-hidup

Latihan Pestapora Solo: Musik, Edukasi, dan Keterlibatan Komunitas Menyatu

KS1
Selasa, 17 Juni 2025 | 20:45 WIB
Latihan Pestapora Solo: Musik, Edukasi, dan Keterlibatan Komunitas Menyatu. (KlikSoloNews/dok Pemkot Surakarta)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM — Ribuan pasang mata tertuju ke panggung megah yang berdiri di halaman parkir Pamedan Pura Mangkunegaran, Minggu 15 Juni 2025, malam.

Kota Solo kembali menegaskan diri sebagai Kota Konser yang kian bersinar dengan suksesnya gelaran Latihan Pestapora 2025, yang jadi pembuka rangkaian menuju Festival Pestapora di Jakarta, September mendatang.

Sejak pukul 16.00 WIB, lautan manusia mulai memadati arena. Anak muda, keluarga, hingga tokoh masyarakat datang menyatu dalam euforia musik.

Suasana makin hidup ketika Rony Parulian, penyanyi jebolan Indonesian Idol, membuka panggung dengan lagu-lagu dari album "Rahasia Pertama". Penampilannya yang emosional membuat para penggemar, khususnya kaum hawa, larut dalam lagu seperti Sepenuh Hati dan Pesona Sederhana.

Setelahnya, Tulus tampil sebagai bintang utama malam itu. Membawakan sembilan lagu andalan seperti Ruang Sendiri, Monokrom, hingga Tujuh Belas, Tulus berhasil menciptakan momen magis di bawah langit Solo.

Bahkan Wali Kota Surakarta, Respati Ardi dan istri, Vanessa Winastesia, tampak berdiri menikmati konser bersama penonton lainnya.

Tak kalah ditunggu, JKT48 hadir membius penonton dengan penampilan energik dan kostum ala princess. Dua belas member membawakan sekitar tujuh lagu, termasuk lagu terbaru mereka “Bibir yang Telah Dicuri”, disambut histeria para Wota yang memadati barisan depan.

Konser ini juga turut dihadiri Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X yang ikut menyaksikan langsung dari lokasi. Bukan hanya soal hiburan, Latihan Pestapora di Solo membuktikan bahwa musik bisa menyatu dengan pemberdayaan masyarakat.

Event yang Merangkul Semua Kalangan

Menariknya, Latihan Pestapora Solo bukan sekadar konser. Anak-anak SMP dilibatkan dalam proyek pembuatan tong sampah kreatif, sementara pemuda Karang Taruna dan penyandang disabilitas KTP Solo ikut aktif sebagai volunteer dan peserta workshop kerja industri event.

Sebanyak 100 peserta terpilih mengikuti pelatihan "Pekerja Event" secara gratis di Pendopo Loji Gandrung. Mereka belajar langsung dari para profesional di berbagai divisi seperti Production, Digital & Creative, hingga Talent Management.

Wali Kota Respati Ardi menegaskan bahwa program ini adalah bentuk komitmennya agar anak muda Solo tidak hanya jadi penonton dalam setiap event besar di kotanya.

"Saya ingin semua promotor yang bikin acara di Solo bisa manfaatkan EO lokal. Jadi enggak cuma nonton, tapi kita juga bisa kerja, belajar, dan tampil," ujar Respati.

Program ini juga menjawab keluhan dari sejumlah event organizer nasional yang selama ini menganggap SDM lokal belum memenuhi standar. Melalui pelatihan ini, Respati ingin mencetak SDM event yang siap bersaing dan menjadikan Solo kota yang ramah industri kreatif.

Latihan Pestapora Solo tak hanya sukses dari sisi hiburan dan edukasi. Efek ekonomi juga terasa, dengan meningkatnya okupansi hotel dan pergerakan wisatawan ke Kota Bengawan.

Pemkot Surakarta pun mengapresiasi keterlibatan banyak pihak mulai dari TP PKK, pelajar, hingga masyarakat umum.

Dengan pendekatan kolaboratif dan inklusif, Kota Solo semakin menegaskan diri sebagai kota event yang matang, ramah industri, dan menjanjikan masa depan cerah bagi talenta lokalnya. (KS01)

Tags

Terkini