KLIKSOLONEWS — Menyambut musim haji 1446 Hijriah yang diperkirakan berlangsung dalam cuaca panas ekstrem, calon jamaah haji Indonesia disarankan untuk lebih memperhatikan kesehatan kulit mereka, khususnya dalam menghadapi terik matahari yang bisa mencapai 35 derajat Celcius di Arab Saudi.
Dokter spesialis dermatologi venereologi estetika, dr. Fitria Amalia Umar, Sp.KK, M.Kes, memberikan saran terkait langkah-langkah perawatan kulit yang penting untuk diikuti selama musim panas.
Menurutnya, produk fotoproteksi seperti topi lebar, kacamata, sunscreen, dan moisturizer merupakan barang penting yang harus dibawa oleh calon jamaah haji, terutama bagi mereka yang memiliki kulit sensitif.
"Moisturizer dipakai setiap habis mandi dan selesai aktivitas, bisa sesering mungkin sesuai kebutuhan, dan sunscreen dengan mengaplikasikan setiap 2-3 jam atau setiap akan terpapar sinar matahari," jelas dr. Fitria sebagaimana dikutip dari sebuah sumber.
Dr. Fitria menekankan pentingnya menjaga kulit tetap terhidrasi dengan menggunakan face mist secara berkala. Selain itu, calon haji juga disarankan untuk menjaga hidrasi tubuh dengan meminum air putih sekitar 8 gelas sehari, mengonsumsi makanan sehat bergizi, serta suplemen antioksidan.
Apabila kulit mulai terasa terbakar akibat paparan matahari atau mengering dan pecah-pecah karena cuaca panas, penggunaan moisturizer sesering mungkin akan sangat membantu. Jika diperlukan, dapat diberikan obat anti-iritasi untuk meringankan gejala.
Lebih lanjut, Fitria juga mengingatkan agar calon jamaah haji tidak terpapar matahari langsung tanpa perlindungan yang memadai, karena paparan sinar matahari yang berlebihan dapat memperburuk kondisi kulit, bahkan menyebabkan sunburn.
Selain itu, Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau jamaah calon haji Indonesia untuk mewaspadai potensi cuaca panas ekstrem di Arab Saudi selama musim haji, khususnya saat puncak ibadah wukuf di Arafah yang diperkirakan berlangsung pada 5 Juni 2025.
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Akhmad Fauzin, memperingatkan bahwa cuaca di Madinah dapat mencapai 35 derajat Celcius dengan kelembapan 14 persen.
"Untuk itu, kami mengimbau agar jamaah haji terus menjaga kesehatan mereka, baik dengan konsumsi air yang cukup maupun perlindungan dari paparan sinar matahari," ujar Akhmad dalam konferensi pers penyelenggaraan ibadah haji 1446 Hijriah yang diselenggarakan secara daring. (KS06)