KLIKSOLONEWS.COM — Terburu-buru memilih pakaian untuk hangout atau ke kantor sering kali berujung pada pernyataan klasik: "Aku nggak punya baju!"
Padahal, lemari pakaian bisa tetap jadi ladang kreativitas meski isinya terbatas. Kuncinya? Pintar memadupadankan alias mix and match.
Desainer dari Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Naniek Rachmat, menekankan pentingnya memiliki busana berwarna dasar seperti hitam, putih, cokelat, dan beige. Warna-warna ini bersifat netral, fleksibel, dan yang terpenting, tidak mudah diingat orang.
“Besok pakai hitamnya tetap, atasnya ganti cokelat. Sudah kayak ganti penampilan baru. Lusa, pakai cokelatnya, atasnya hitam. Warna basic itu bisa diputar-putar tanpa terdeteksi,” ujar Naniek dalam wawancara yang dilansir dari kantor berita Indonesia.
Trik ini bukan hanya praktis, tapi juga terbukti ampuh digunakan secara global. Di Rusia, tren warna monokrom seperti garis hitam-putih hingga motif bunga berwarna hitam di atas kain putih sempat jadi gaya dominan. Warna netral dianggap elegan, mudah dipadukan, dan tetap timeless.
Sebaliknya, warna cerah seperti kuning neon atau oranye terang memang bisa mencuri perhatian, tapi terlalu sering digunakan akan mudah dikenali orang. Bagi mereka yang ingin tampil beda setiap hari, itu justru bisa jadi bumerang.
Tahun ini juga jadi era kembalinya busana dengan potongan sederhana dan siluet oversized. Tak hanya nyaman, gaya ini memungkinkan fleksibilitas tinggi untuk layering maupun aksesorisasi. Warna-warna alam seperti hijau army, terakota, dan cokelat pun makin digemari karena memberi kesan hangat namun tetap elegan.
Bagi yang ingin tampil lebih muda, Naniek menyarankan memilih busana berbahan katun daripada sutra. "Katun memberi kesan santai dan ringan, cocok untuk semua usia," jelasnya.
Sementara untuk kelompok usia 60 tahun ke atas, busana justru dianjurkan tetap mencolok dan berwarna cerah.
"Usia lebih tua, pakai warna terang seperti terakota, merah marun, atau kombinasi hitam-putih. Karena kulit kita sudah tidak secerah dulu, jadi warna baju harus membantu menambah ‘cahaya’," ujar Naniek.
Mix and match bukan soal jumlah pakaian, tapi soal bagaimana mengolah warna dan bentuk agar tetap tampil beda setiap hari. (KS06)