KLIKSOLONEWS.COM - Bagi para pecinta kuliner Jepang di Indonesia, nasi pulen dan salad segar ala HokBen sudah menjadi ikon yang sulit ditandingi.
Namun, di balik tekstur nasi yang sempurna dan kesegaran saladnya, ada rahasia sederhana yang membuat rasa HokBen begitu khas: teknik pengolahan, bukan bahan impor.
Direktur Pemasaran PT Eka Bogainti (HokBen), Sugiri Willim, menegaskan bahwa HokBen tidak menggunakan beras impor untuk hidangan nasinya. Semua beras yang digunakan adalah produksi lokal.
"Orang selalu bertanya, apakah beras yang dipakai HokBen itu impor? Faktanya tidak, semua bahan kami adalah lokal, kecuali sebagian bumbu ada yang impor," ujar Sugiri dalam keterangan resmi.
Sugiri mengungkapkan, kelezatan nasi HokBen tidak berasal dari bahan tambahan seperti maizena atau cuka, seperti banyak dikira orang. Kunci utamanya terletak pada teknik khusus saat mencuci beras dan proses memasak.
"Teknik memasak itu sangat mempengaruhi hasil. Air juga mempengaruhi, berapa kali beras dicuci juga ada standarnya. Jadi bukan hanya soal berasnya," jelasnya.
Selain nasi, menu salad HokBen juga menjadi favorit pelanggan. Salad yang terbuat dari kol dan wortel segar ini disajikan dengan saus mayonaise khas yang dibuat setiap hari tanpa bahan pengawet.
HokBen bahkan tidak merekomendasikan salad ini untuk dibawa pulang demi menjaga kualitas kesegarannya.
"Kol itu mengandung banyak gas. Kami tidak rekomendasikan untuk dibawa pulang, supaya kesegarannya tetap terjaga," imbuh Sugiri.
Sejak berdiri tahun 1985, HokBen dikenal sebagai pelopor makanan cepat saji bergaya Jepang di Indonesia. Hingga kini, HokBen mengoperasikan lebih dari 370 gerai di berbagai kota di Indonesia (data per awal 2025), dengan produk yang selalu berusaha mempertahankan rasa dan kualitas tinggi untuk konsumennya.
Dengan teknik sederhana namun standar tinggi, HokBen membuktikan bahwa rasa istimewa bisa lahir dari bahan-bahan lokal yang diolah dengan perhatian pada setiap detail proses. (KS06)