gaya-hidup

Lasem, Kota Pesisir yang Menyimpan Jejak Emas Diaspora Tionghoa di Jawa

Senin, 14 April 2025 | 12:23 WIB
Di mata para peneliti sejarah dan penggemar budaya, Lasem dikenal sebagai

KLIKSOLONEWS.COM — Jika menyusuri pesisir utara Pulau Jawa, tepatnya di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Anda akan menemukan sebuah kecamatan bernama Lasem.

Namun, Lasem bukan sekadar kota kecil biasa. Di mata para peneliti sejarah dan penggemar budaya, Lasem dikenal sebagai "Little China" atau Tiongkok kecil, julukan yang merujuk pada jejak panjang peradaban Tionghoa yang melekat kuat di wilayah ini.

Julukan tersebut bukan tanpa alasan. Lasem menyimpan sejarah panjang sebagai pelabuhan dagang penting sejak abad ke-14, ketika kapal-kapal pedagang Tionghoa pertama kali berlabuh di pantai timur laut Jawa.

Dalam buku Arsitektur Tradisional Tionghoa dan Perkembangan Kota karya Prawito, disebutkan bahwa Lasem merupakan salah satu titik awal mendaratnya orang Tionghoa yang kemudian membentuk komunitas pesisir yang hidup berdampingan dengan masyarakat lokal.

Kedatangan para pedagang dari Tiongkok tidak hanya membawa rempah dan barang dagangan, tetapi juga budaya, tradisi, dan bahkan cinta. Banyak dari mereka yang menikahi perempuan setempat dan menetap di Lasem, membentuk komunitas Tionghoa yang harmonis dan berakar kuat hingga saat ini.

Puncak gelombang migrasi Tionghoa ke Lasem terjadi pasca Geger Pecinan di Batavia tahun 1740, tragedi yang menewaskan lebih dari 10.000 etnis Tionghoa di bawah kekuasaan kolonial Belanda.

Lasem kemudian menjadi salah satu tempat pelarian utama para pengungsi Tionghoa yang mencari perlindungan dan kehidupan baru. Sejak saat itu, kawasan Pecinan di Lasem berkembang pesat, baik secara fisik maupun kultural.

Pada masa kolonial Belanda, pemukiman etnis Tionghoa di Lasem dijadikan zona pengawasan, tetapi hal ini justru memperkuat ikatan komunitas dan memperkokoh identitas budaya mereka.

Hingga hari ini, warisan tersebut masih bisa disaksikan dalam bentuk klenteng-klenteng tua seperti Klenteng Cu An Kiong di Desa Soditan, serta rumah-rumah berarsitektur khas Tiongkok yang tersebar di pusat kota.

Lasem tidak hanya mencerminkan keragaman budaya Indonesia, tetapi juga menjadi bukti nyata harmoni lintas etnis yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Bagi para wisatawan, Lasem bukan hanya tempat wisata sejarah, tetapi juga surga bagi para pemburu budaya dan fotografi arsitektur klasik.

Keunikan Lasem sebagai "Pecinan Abadi di Pesisir Utara Jawa" juga menjadikannya lokasi strategis dalam pengembangan wisata sejarah dan budaya di Jawa Tengah.

Pemerintah daerah dan pelaku pariwisata mulai menggarap potensi ini dengan berbagai program pelestarian dan promosi wisata berbasis kearifan lokal. (KS06)

Tags

Terkini