gaya-hidup

Syawal Bukan Cuma Soal Ketupat, Ini Alasan Kenapa Banyak yang Pilih Menikah di Bulan Ini

Jumat, 11 April 2025 | 11:52 WIB
Ilustrasi para muslim menikah di bulan Syawal. (Foto: Pinterest)

KLIKSOLONEWS.COM - Bulan Syawal dikenal sebagai momen hangat untuk silaturahmi dan reuni keluarga. Tapi ada satu tradisi lain yang makin sering mencuri perhatian: gelombang pernikahan yang berlangsung setelah Lebaran.

Dari desa sampai kota, undangan nikah bertebaran, bahkan media sosial pun ikut penuh dengan kabar bahagia.

Tapi, kenapa sih bulan Syawal jadi favorit untuk menikah?

Ternyata bukan sekadar momen keluarga yang sedang kumpul atau memanfaatkan uang THR. Ada alasan religius yang cukup kuat di balik tren ini.

Menurut Mufti Addin, Penyuluh Agama Islam dari Kemenag Surakarta, menikah di bulan Syawal bukan sebuah kewajiban, tapi merupakan sunah yang dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW.

“Tidak ada ketentuan harus kapan untuk menikah, karena semua bulan dan semua hari adalah baik di sisi Allah,” ujarnya dikutip dari sebuah sumber.

Namun, menikah di bulan Syawal menjadi istimewa karena Rasulullah menikahi Aisyah RA pada bulan ini, sekaligus membangun rumah tangga bersamanya. Kisah ini diriwayatkan dalam hadis sahih oleh Muslim, dan menjadi inspirasi banyak umat Muslim untuk mengikuti jejak sang Nabi.

Menariknya, anjuran ini juga punya sisi historis:,pada masa jahiliah, masyarakat Arab menganggap bulan Syawal sebagai waktu sial untuk menikah. Nabi Muhammad justru membalik stigma tersebut dengan menikah di bulan ini, sekaligus menepis mitos yang bisa menjurus pada kesyirikan.

“Thiyarah (anggapan sial terhadap sesuatu) adalah kesyirikan,” sabda Nabi dalam riwayat Ahmad yang disahihkan oleh Syaikh Albani.

Pernyataan ini memperkuat bahwa Islam mendorong umatnya untuk tawakal, bukan terjebak mitos.

Selain sisi religius, menikah di bulan Syawal juga dianggap praktis. Banyak keluarga masih berkumpul setelah Lebaran, membuat acara jadi lebih meriah.

Dari sisi ekonomi, pasangan bisa terbantu dengan bonus atau THR yang baru saja cair. Tak heran, menurut data Kemenag, permintaan akad nikah di KUA selalu melonjak di bulan Syawal.

Tren ini terus berulang tiap tahun, termasuk di 2024 dan 2025. Di tengah semangat hijrah, banyak pasangan muda kini memilih Syawal sebagai titik awal membangun rumah tangga, sambil meraih keberkahan dari sunah Nabi.

Jadi, kalau kamu kebanjiran undangan nikah bulan ini—atau justru sedang merencanakannya sendiri—nggak usah heran. Bisa jadi, itu bukan cuma karena momen Lebaran, tapi juga karena bulan Syawal memang sehits itu buat melangkah ke jenjang halal. (KS06)

Tags

Terkini