SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Pisang merupakan salah satu buah paling digemari masyarakat Indonesia, terutama di wilayah tropis.
Buah ini dikenal praktis, mudah dikonsumsi kapan saja, dan memiliki rasa yang lezat. Namun, di balik segudang manfaatnya, ahli kesehatan mengingatkan agar konsumsi pisang tidak dilakukan dalam keadaan perut kosong.
Menurut laporan Healthline, dalam 100 gram pisang terkandung sekitar 89 kalori, 1,1 gram protein, 22,8 gram karbohidrat, 12,2 gram gula, 2,6 gram serat, dan hanya 0,3 gram lemak.
Kandungan ini menjadikan pisang sebagai camilan ideal sebelum atau sesudah olahraga karena mudah dicerna dan efektif mengembalikan energi tubuh dengan cepat.
Tidak hanya itu, pisang juga diketahui mengandung triptofan—asam amino esensial yang membantu tubuh memproduksi hormon serotonin. Hormon ini berperan penting dalam mengatur suasana hati dan kualitas tidur
Laporan Times of India menyebut konsumsi pisang dapat memberikan rasa nyaman dan membantu proses relaksasi tubuh.
Namun, meskipun pisang kaya manfaat, mengonsumsinya saat perut kosong ternyata kurang disarankan. Pisang memiliki sifat asam yang bisa memicu iritasi pada lambung dan usus, terutama bagi individu dengan masalah pencernaan seperti maag.
Hal ini karena kandungan gula dan serat larut tinggi dalam pisang dapat memicu peningkatan kadar asam lambung.
Sejumlah ahli gizi menyarankan untuk mengonsumsi pisang dengan sumber makanan lain seperti oatmeal, yogurt atau dijadikan smoothie sehingga kandungan nutrisinya dapat dimaksimalkan tanpa membebani sistem pencernaan.
Meskipun demikian, kesadaran akan cara konsumsi yang tepat masih perlu ditingkatkan. Pola konsumsi yang tidak tepat bisa membuat manfaat buah ini tidak optimal, bahkan menimbulkan efek sebaliknya. (KS06)