gaya-hidup

Kolagen, Rahasia Kulit Sehat dan Awet Muda yang Perlu Anda Ketahui

Sabtu, 15 Februari 2025 | 11:24 WIB
Kolagen merupakan protein yang berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit. (Foto: Freepik/FP atkwork)

KLIKSOLONEWS.COM - Seiring meningkatnya tren perawatan kulit, kolagen semakin menjadi sorotan sebagai kunci kulit sehat dan awet muda. Namun, apakah konsumsi dan perawatan berbasis kolagen benar-benar efektif, atau sekadar tren industri kecantikan?

Kolagen adalah protein utama dalam tubuh yang berperan menjaga elastisitas dan kelembapan kulit. Namun, menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Cosmetic Dermatology, produksi kolagen alami mulai menurun sejak usia 25 tahun, yang berdampak pada munculnya tanda-tanda penuaan seperti keriput dan kulit kendur.

Disarikan dari berbagai sumber, banyak ahli juga menyebut kolagen ibarat "lem" yang menjaga struktur kulit tetap kencang dan elastis.

Tanpa kolagen yang cukup, kulit lebih rentan terhadap kerusakan akibat polusi dan paparan sinar matahari. Oleh karena itu, menjaga kadar kolagen dalam tubuh sangat penting untuk kesehatan kulit yang optimal.

Untuk mempertahankan kadar kolagen dalam tubuh, ada beberapa kebiasaan yang dapat diterapkan. Menggunakan tabir surya setiap hari dapat mencegah degradasi kolagen akibat sinar matahari.

Konsumsi makanan kaya antioksidan seperti sayuran hijau, buah beri, dan teh hijau membantu melindungi kolagen dari kerusakan oksidatif.

Menghindari rokok dan alkohol juga sangat penting karena dua kebiasaan ini dapat merusak serat kolagen dan mempercepat penuaan kulit. Selain itu, penggunaan produk perawatan kulit yang mengandung retinol, peptida, atau vitamin C dapat merangsang produksi kolagen alami.

Sumber alami kolagen meliputi daging sapi, ayam, ikan, dan kaldu tulang. Selain itu, tubuh membutuhkan vitamin C untuk memproduksi kolagen secara optimal.

Namun, belakangan ini, suplemen kolagen dalam bentuk bubuk atau kapsul semakin populer.

Studi yang diterbitkan di Nutrients menyebutkan bahwa konsumsi suplemen kolagen peptida selama delapan minggu dapat meningkatkan hidrasi dan elastisitas kulit. Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa hasil konsumsi suplemen kolagen bisa bervariasi, tergantung pada gaya hidup dan pola makan individu.

Menurut data Global Market Insights, pasar suplemen kolagen global diperkirakan mencapai lebih dari USD7 miliar pada 2027. Lonjakan ini menunjukkan bahwa permintaan akan produk berbasis kolagen terus meningkat.

Namun, para dermatolog menegaskan bahwa menjaga kesehatan kulit tidak cukup hanya dengan mengandalkan suplemen, tetapi juga dengan pola hidup sehat. Kolagen adalah investasi kesehatan jangka panjang. Dengan kebiasaan yang tepat, kulit tidak hanya terlihat lebih muda, tetapi juga lebih sehat dari dalam. (KS06)

Tags

Terkini