gaya-hidup

Fenomena Open Relationship: Antara Kebebasan dan Tantangan

Jumat, 14 Februari 2025 | 11:45 WIB
Ilsutrasi open relationship. (Foto: Unsplash/Breno Jesus)

KLIKSOLONEWS.COM – Konsep hubungan terbuka atau open relationship semakin mendapat perhatian di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Dalam hubungan ini, pasangan sepakat untuk tidak membatasi satu sama lain dalam menjalin kedekatan romantis atau seksual dengan orang lain, namun tetap menjaga komunikasi dan komitmen tertentu.

Open relationship didefinisikan sebagai hubungan romantis di mana kedua pihak setuju untuk memiliki pasangan lain, dengan aturan yang disepakati bersama. Konsep ini berbeda dengan perselingkuhan, karena keterbukaan dan kesepakatan adalah elemen utama dalam menjalankannya.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam "Journal of Sex & Marital Therapy", sekitar 4-5 persen pasangan di Amerika Serikat menjalani hubungan terbuka.

Penelitian lain yang dilakukan oleh University of Guelph, Kanada, menunjukkan bahwa lebih dari 20 persen orang dewasa pernah mencoba atau tertarik untuk menjalani hubungan non-monogami dengan persetujuan pasangan mereka.

Di Indonesia, meskipun konsep ini masih dianggap tabu oleh banyak kalangan, ada peningkatan diskusi mengenai hubungan terbuka, terutama di media sosial.

Beberapa pasangan muda mengaku tertarik dengan ide ini sebagai cara untuk mengeksplorasi hubungan tanpa kehilangan keterikatan emosional dengan pasangan utama mereka.

DIlansir dari sebuah sumber, psikolog hubungan, Dr. Andini Prasetyo, mengatakan open relationship dapat berhasil jika kedua pasangan memiliki komunikasi yang jujur dan aturan yang jelas.

"Kepercayaan dan batasan yang disepakati menjadi kunci utama dalam hubungan seperti ini. Namun, bagi sebagian orang, kecemburuan dan rasa tidak aman bisa menjadi tantangan besar," ujarnya.

Meski ada pasangan yang mengaku mendapatkan manfaat dari hubungan terbuka, seperti meningkatkan keintiman dan kebebasan personal, banyak juga yang mengalami kesulitan dalam menjalankannya. Tidak sedikit yang akhirnya kembali ke hubungan monogami karena merasa tidak nyaman dengan dinamika yang ada.

Seiring berkembangnya tren ini, penting bagi individu yang mempertimbangkan hubungan terbuka untuk memahami konsekuensinya dan memastikan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada komunikasi yang sehat serta kesepakatan bersama.

Apapun bentuk hubungan yang dipilih, keterbukaan, kejujuran, dan rasa saling menghormati tetap menjadi fondasi utama dalam membangun relasi yang sehat. (KS06)

 

Tags

Terkini