gaya-hidup

Bogamania! Rahasia Sehat di Segelas Bir Pletok, Minuman Rempah Khas Betawi

Selasa, 11 Februari 2025 | 20:35 WIB
Bir pletok jadi minuman khas Betawi yang menyehatkan tubuh. (Foto: PInterest)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Bir pletok, minuman khas Betawi yang kaya rempah-rempah, tetap bertahan sebagai bagian dari warisan kuliner Indonesia meski zaman terus berkembang.

Meski namanya mengandung kata "bir", minuman ini tidak mengandung alkohol dan justru dikenal memiliki manfaat kesehatan bagi tubuh.

Minuman ini tidak hanya dikenal karena rasanya yang khas dan sensasi hangatnya, tetapi juga karena nilai historis dan manfaat kesehatannya yang masih relevan hingga kini.

Sejarah bir pletok berakar dari masa kolonial Belanda, ketika masyarakat Betawi menciptakan alternatif dari bir yang dikonsumsi orang Eropa.

Karena masyarakat Betawi mayoritas beragama Islam dan tidak mengonsumsi alkohol, mereka meramu berbagai rempah untuk menghasilkan minuman yang memberikan efek serupa, yakni menghangatkan tubuh, tetapi tetap halal.

Proses pembuatan bir pletok juga unik, di mana campuran rempah-rempah dikocok dalam wadah bambu hingga berbusa, yang konon menjadi asal-usul nama "pletok".

Dibuat dari bahan-bahan seperti jahe, serai, kayu manis, kapulaga, daun pandan, dan kayu secang, bir pletok memiliki warna merah alami yang khas.

Kayu secang mengandung senyawa antioksidan yang baik untuk tubuh, menambah manfaat kesehatan dari minuman ini. Selain meningkatkan daya tahan tubuh dan melancarkan peredaran darah, bir pletok juga dipercaya dapat meredakan masuk angin serta mengurangi kelelahan.

Kini, bir pletok terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Tak hanya dijual dalam bentuk minuman hangat, produk ini telah hadir dalam berbagai kemasan modern, seperti bubuk instan dan cairan siap minum, sehingga lebih praktis untuk dikonsumsi oleh masyarakat urban.

Beberapa produsen bahkan menjual bir pletok secara daring untuk menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk wisatawan yang ingin membawa pulang oleh-oleh khas Jakarta.

Dinas Kebudayaan DKI Jakarta mencatat bahwa bir pletok menjadi salah satu produk kuliner tradisional yang terus dilestarikan melalui berbagai festival dan promosi wisata. Para pelaku UMKM juga berperan dalam menjaga eksistensi minuman ini dengan berbagai inovasi yang tetap mempertahankan keaslian rasa.

Di tengah gempuran minuman modern dan kopi kekinian, bir pletok tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Keberhasilannya bertahan hingga saat ini menunjukkan bahwa warisan budaya dapat terus hidup selama ada upaya untuk menjaga dan mengembangkannya sesuai dengan zaman. (KS06)

 

Tags

Terkini