BANTUL, KLIKSOLONEWS.COM - Kegiatan rohani bertajuk Tindak Ziarah #4 yang digelar komunitas Gereja Santo Paulus Pringgolayan berlangsung penuh makna di Kabupaten Bantul, Minggu (17/5/2026).
Puluhan peserta berjalan kaki sejauh kurang lebih 25 kilometer menuju Taman Doa Wajah Kerahiman Allah Pajangan sebagai bentuk refleksi iman, persaudaraan, dan perjalanan batin.
Kegiatan dimulai sejak pukul 04.30 WIB dari kawasan Gereja Santo Paulus Pringgolayan menuju Pajangan, Bantul. Meski harus menempuh perjalanan panjang dengan medan yang cukup menantang, para peserta tetap antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.
Sekretaris komunitas Tindak Ziarah, Fransiskus Kresna, menjelaskan kegiatan ini bukan sekadar perjalanan fisik menuju tempat doa, melainkan ruang bersama untuk bertumbuh dalam iman dan mempererat persaudaraan antarumat.
“Kegiatan Tindak Ziarah bukan sekadar perjalanan kaki menuju tempat doa, tetapi perjalanan batin untuk belajar tentang kesetiaan, keteguhan, dan ketekunan. Kami ingin komunitas ini menjadi ruang persaudaraan yang terbuka bagi siapa saja,” ujarnya.
Sebanyak 78 peserta tercatat mengikuti kegiatan tersebut. Selain peserta utama, kegiatan juga didukung 10 relawan motoris, tiga relawan kesehatan, dan dua relawan dokumentasi. Panitia turut menyiapkan satu unit ambulans, kendaraan logistik, dan dua bus pendukung demi memastikan perjalanan berjalan aman dan lancar.
Sejak dini hari, suasana di Gereja Pringgolayan sudah dipenuhi semangat para peserta. Dengan perlengkapan sederhana seperti pakaian olahraga dan sepatu jalan kaki, para peserta bersiap memulai perjalanan rohani yang sarat makna.
Salah satu peserta asal Paroki Pringwulung bernama Kaka mengaku awalnya mengikuti kegiatan tersebut karena menyukai olahraga. Namun di tengah perjalanan, ia justru menemukan pengalaman spiritual yang mendalam.
“Saya pikir awalnya hanya olahraga biasa, sekalian cari keringat dan cari berkat. Tetapi ternyata perjalanan ini mengajarkan banyak hal tentang hidup. Ketika kaki mulai lelah dan napas mulai berat, justru di situ saya belajar bertahan dan menemukan makna perjalanan,” ungkapnya.
Sepanjang perjalanan, suasana kebersamaan sangat terasa. Para peserta saling menyemangati satu sama lain tanpa memandang latar belakang sosial. Sapaan sederhana menjadi energi yang menjaga semangat para peziarah tetap menyala hingga garis akhir.
Setibanya di Taman Doa Wajah Kerahiman Allah Pajangan, peserta memanfaatkan waktu untuk berdoa, beristirahat, dan menikmati suasana tenang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan rohani dari Rm Vikaris GSPP Agustinus Toto Supriyanto, Pr yang hadir memberikan penguatan spiritual kepada para peserta. Kehadiran imam menjadi simbol bahwa perjalanan ini merupakan perpaduan antara olahraga, pelayanan, persaudaraan, dan pertumbuhan iman.
Ketua Komunitas Tindak Ziarah, Marcellus David, mengatakan semangat gotong royong menjadi fondasi utama komunitas. Seluruh pembiayaan kegiatan dilakukan secara kolektif oleh peserta usai kegiatan berlangsung sebagai bentuk rasa memiliki terhadap komunitas.
“Kami ingin semua orang merasa memiliki komunitas ini. Karena itu kami membangun semangat kebersamaan dan pelayanan. Langkah kecil yang dilakukan bersama dapat melahirkan perjalanan yang penuh makna,” katanya.
Selain dukungan peserta, sejumlah donatur turut membantu kelancaran kegiatan melalui bantuan perlengkapan dan konsumsi seperti semangka serta ubi bagi para peziarah.
Kegiatan Tindak Ziarah #4 berlangsung aman dan tertib berkat kesiapan relawan dan tim kesehatan yang terus memantau kondisi peserta sepanjang perjalanan. Banyak peserta mengaku mendapatkan ketenangan batin dan energi baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.
Sebagai penutup, pengurus komunitas menyampaikan pesan sederhana namun penuh makna kepada seluruh peserta.
“Kaki boleh pegal, tetapi semangat persaudaraan dan iman harus tetap berjalan.”
Komunitas Tindak Ziarah pun memastikan kegiatan serupa akan kembali digelar bulan depan melalui agenda Tindak Ziarah #5. (ks01)